Search

Senator Muslim Australia dilecehkan di sebuah pub

 

BABEBOLA-Seorang senator Australia memprihatinkan ‘bangkitnya kaum radikal kanan’ sesudah ia dilecehkan secara rasial oleh sekelompok orang di sebuah pub.

Senator Sam Dastyari yang berdarah Iran diteriaki ‘teroris’ dan ‘monyet kecil’ dalam peristiwa hari Rabu itu.

Kejadian itu difilmkan dan diposting di laman Facebook sebuah kelompok yang menamakan diri ‘kaum patriot peduli.’

Dalam rekaman tersebut, sang senator tampak dikerumuni sejumlah orang di sebuah bar dan diteriaki dengan berbagai kalimat cercaan. Antara lain, ada yang memakinya dengan, “pulanglah ke Iran, kamu teroris!”.

Sam Dastyari menjawab, mengatakan: “Saya kira kalian ini adalah sekawanan kaum rasis. Kalian memalukan diri sendiri.”

Rekaman itu kemudian menunjukkan orang-orang berdiri di depan Dastyari saat dia duduk dengan teman-temannya, yang kemudian membantu sang senator.

Sam Dastyari sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengutuk pelecehan tersebut dan mengatakan kepada Seven Network bahwa “tidak ada tempat di Australia untuk penghinaan rasial.”

‘Nasionalisme berwajah m emuakkan 

Dastyari mengatakan kepada Nine Network bahwa dia cukup sering dilecehkan oleh kalangan nasionalis kulit putih dan menganggap bahwa pelecehan terhadap politisi dari latar minoritas semakin sering terjadi.

“Mereka adalah wajah nasionalis kulit putih yang memuakkan di negara ini,” katanya kepada Nine Network Australia.

“(Pelecehan itu) membuat saya merasa kecil, membuat saya merasa ngeri. Ini hal yang membuat kita merasa sangat marah dan begitulah maunya mereka.”

 

Sam Dastyari
Sam Dastyari mengatakan bahwa dia sering dilecehkan oleh kalangan nasionalis kulit putih dan menganggap bahwa pelecehan terhadap politisi dari latar minoritas jadi semakin sering terjadi.

Bulan September lalu, Erikson adalah satu dari tiga orang yang dinyatakan bersalah di pengadilan untuk kasus hasutan dan penghinaan terhadap umat Islam setelah orang-orang itu melakukan gerakan meniru pemenggalan untuk memprotes pembangunan sebuah masjid.

Senator Partai Buruh itu mengatakan bahwa dia khawatir anak-anak muda mengalami penghinaan serupa itu padahal mereka mungkin tidak punya kekuatan untuk menghadapinya.

 

Pauline
Pauline Hanson mengenakan burka di sebuah sidang DPR Australia

Sam Dastyari mengaitkan pelecehan itu dengan ‘bangkitnya gerakan kanan One Nation’ yang merujuk pada partai anti-imigrasi Senator Pauline Hanson.

Pauline Hanson membantah tuduhan tersebut.

“Saya pikir dia hanya menggunakan kejadian ini untuk mendapatkan publisitas supaya bisa menjual bukunya. Itu saja,” katanya.

“Mereka adalah wajah nasionalis kulit putih yang memuakkan di negara ini,” katanya kepada Nine Network Australia.

“(Pelecehan itu) membuat saya merasa kecil, membuat saya merasa ngeri. Ini hal yang membuat kita merasa sangat marah dan begitulah maunya mereka.”

 

Sam Dastyari
Sam Dastyari mengatakan bahwa dia sering dilecehkan oleh kalangan nasionalis kulit putih dan menganggap bahwa pelecehan terhadap politisi dari latar minoritas jadi semakin sering terjadi.

Bulan September lalu, Erikson adalah satu dari tiga orang yang dinyatakan bersalah di pengadilan untuk kasus hasutan dan penghinaan terhadap umat Islam setelah orang-orang itu melakukan gerakan meniru pemenggalan untuk memprotes pembangunan sebuah masjid.

Senator Partai Buruh itu mengatakan bahwa dia khawatir anak-anak muda mengalami penghinaan serupa itu padahal mereka mungkin tidak punya kekuatan untuk menghadapinya.

 

Pauline
Pauline Hanson mengenakan burka di sebuah sidang DPR Australia

Sam Dastyari mengaitkan pelecehan itu dengan ‘bangkitnya gerakan kanan One Nation’ yang merujuk pada partai anti-imigrasi Senator Pauline Hanson.

Pauline Hanson membantah tuduhan tersebut.

“Saya pikir dia hanya menggunakan kejadian ini untuk mendapatkan publisitas supaya bisa menjual bukunya. Itu saja,” katanya.

Pauline Hanson adalah seorang politikus anti-Islam dan anti-imigrasi, yang pernah menciptakan kehebohan dengan mengenakan burka di sidang DPR, untuk menekankan perlunya aturan yang melarang pakaian seperti itu.

Negara bagian Victoria memiliki undang-undang yang mempidanakan tindakan menjelekkan seseorang atau kelompok berdasarkan ras atau agama mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SUMBER;

Written by 

Related posts

Leave a Comment