Search

Apple Bakal Siapkan Pesaing WhatsApp Business

BABEBOLA WhatsApp telah merilis WhatsApp Business untuk mempermudah komunikasi antara pebisnis dan konsumen.

Langkah ini bakal diikuti pula oleh Apple yang dikabarkan mempersiapkan Business Chat dalam iMessege.

Fitur Business Chat tersedia dalam format beta di pembaruan sistemiOS 11.3, yang akan rilis musim semi mendatang atau sekitar Maret 2018.

“Dengan Business Chat, berkomunikasi dengan perwakilan pebisnis bisa lebih mudah, membuat janji, atau melakukan pembelian melalui Apple Pay di aplikasi iMessege”, ujar Apple.

Sebenarnya, Business Chat sudah diumumkan setahun lalu dalam Apple Worlwide Developer Conference. Apple diketahui telah menggandeng beberapa perusahaan seperti Discover, Hilton, Lowe’s and Wells Fargo.

Business Chat mengklaim tidak akan membagikan informasi pengguna kepada para pebisnis dan mempersilahkan mereka jika hendak berhenti chatting kapan pun.

Komuikasi bisnis melalui layanan pesan instan menjadi tren saat ini. Beberapa platform sudah lebih dulu meluncurkan layanan chattinguntuk pebisnis dan konsumen, seperti Facebook Messenger, Line, Google My Business, dan yang paling baru adalah WhatsApp Business.

Bagi kebanyakan konsumen, lebih sudi untuk chatting daripada harus menghubungi customer service lewat telepon.

Berdasarkan hasil studi Facebook yang dilakukan Nielsen menunjukan bahwa 56 persen konsumen lebih cenderung menggunakan pesan instan berupa teks dibanding telepon.

Sementara 67 persen lainnya berharap bisa melakukan chatting untuk bisnis.

Businees Chat bukan tanpa tantangan, menilik Facebook sendiri saat ini telah memiliki 1,3 miliar pengguna Facebook Messenger yang menghubungkan ke halaman Facebook utama.

Pebisnis memiliki peluang lebih besar untuk mempromosikan bisnis mereka melalui Facebook Page atau iklan di Facebook.

Hasil gemilang pun ditorehkan WhatsApp Business yang baru berumur beberapa minggu. Dirangkum dari Tech Crunch, Jumat (26/1/2018) jumlah pengguna WhatsApp Business sudah setara dengan Facebook Messenger, yakni 1,3 miliar. Layanan ini memikat pebisnis dari negara-negara berkembang seperti Indonesia dan India.

Written by 

Related posts

Leave a Comment