Search

Barcelona Bukan Rumah yang Ramah bagi Gerard Deulofeu

BabeBola.net – Bermain di Barcelona adalah sebuah kebanggaan bagi Gerard Deulofeu. Ia mengawali kariernya sebagai pemain sepakbola di akademi Barcelona, La Masia, hingga akhirnya mendapat debut bersama tim senior pada 2013 silam. Tapi Barca sebenarnya bukan rumah yang ramah untuknya.

Musim panas 2017 ini ia baru saja pulang ke Barcelona setelah melakukan perjalanan panjang bergabung dengan klub-klub di Spanyol, Inggris, hingga Italia. Ia kembali ke Barca setelah klub Catalan tersebut mengaktifkan opsi pembelian kembali yang terdapat dalam kontrak Deulofeu di Everton.

Deulofeu menyatakan bahagia atas kepulangannya ini karena Barca, menurutnya, sudah seperti rumahnya sendiri. “Saya amat bahagia kembali ke Barcelona. Di sana lah rumah saya dan amat disayangkan saya tak bisa kembali lebih cepat,” ucap Deulofeu setelah resmi kembali menjadi pemain Barca.

Ironisnya, kepulangan Deulofeu tak begitu mendapat sambutan hangat seperti pemain bintang lainnya. Pendukung Barca tampaknya masih ragu dengan kualitas Deulofeu bahwa ia mampu bersaing—saat kembali Neymar masih berada di Barca—dengan pemain seperti Lionel Messi dan Luis Suarez untuk mengisi lini depan.

Sebelumnya, Deulofeu sudah pernah gagal membuktikan dirinya di Barca. Sebelum promosi ke tim utama, Deulofeu sering disebut-sebut sebagai penerus Messi. Penilaian tersebut bermula karena Deulofeu memang memiliki kecepatan seperti seniornya tersebut. Selain itu, Deulofeu juga punya kemampuan menggiring bola yang baik meskipun belum semumpuni Messi.

Perbandingan tersebut justru membuat Deulofeu merasa terbebani. Ia tak suka dengan perbandingan itu karena hanya akan membebani mentalnya dalam mengembangkan bakatnya di Barca. Dan baru-baru ini, ia pun mengaku bahwa perbandingan dengan Messi membuatnya terusik.

“Komparasi Lionel Messi sungguh merusak perkembangan saya. Sehingga, terlalu banyak ekspektasi di antara para suporter Barcelona, yang membebani pundak saya. Hanya ada satu Messi di dunia ini,” ungkap Deulofeu baru-baru sebelum kembali ke Camp Nou.

Perjalanan Deulofeu dari Barca Kembali ke Barca

Pada musim pertamanya di tim utama Barca (2012/2013), ia sempat mendapat peluang bermain sebanyak empat kali di semua kompetisi bersama tim utama Barca. Tak ada kontribusi gol yang sanggup ia persembahkan. Tak pula punya kontribusi memberi assist.

Pada musim berikutnya, ia mendapat tantangan untuk menjalani masa peminjaman di Inggris bersama Everton. Bersama The Toffees, Deulofeu banyak mendapat kesempatan bermain. Meskipun hanya mencetak empat gol dan memberi lima assist tapi paling tidak ia mendapat banyak pengalaman bermain bersama tim utama.

Tapi di sisi lain, ketika bermain bagus bersama Everton, Deulofeu masih punya hasrat besar bermain di Barcelona. Ia kangen Barca. Maka saat bermain di Everton, ia bekerja keras, tujuannya hanya satu: untuk menarik perhatian Barca sehingga pada musim berikutnya ia berharap mendapat tempat di tim utama. Saat itu, ia berusia 19 tahun.

“Saya bekerja keras setiap hari [di Everton] agar bisa pulang ke Barcelona pada musim depan… Impian saya adalah merebut satu tempat di lini serang Barcelona dan untuk itu saya harus berkembang di Premier League,” ucap Deulofeu ketika menjalani peminjaman di Everton.

Pembuktian Deulofeu di Everton ternyata tak cukup membuat Barca yakin menyambutnya di tim utama. Sehingga menjelang bergulirnya musim 2014/2015, ia kembali dipinjamkan. Kali ini ke Sevilla. Bersama klub Andalusia tersebut, Deulofeu gagal bersinar. Ia sering duduk di bangku cadangan dan bahkan sering tak masuk dalam skuat. Memasuki pekan 25 La Liga hingga akhir musim, ia hanya bermain satu kali. Total ia bermain 28 kali di semua kompetisi.

Penampilannya yang cukup mengesankan di Everton saja tak cukup membuat Barca terkesima apalagi saat menjalani peminjaman di Sevilla. Mungkin karena sudah lelah menunggu perkembangannya yang lamban, maka Barca melepas Deulofeu secara permanen ke Everton  dengan harga hanya 6 juta euro pada bulan Juli 2015.

Kembali ke Everton membuatnya mendapat kepercayaan di tim utama lagi bersama pelatih Roberto Martinez. Sayangnya, pada musim berikutnya di bawah asuhan Ronald Koeman, ia kian meredup.

Lalu di tengah musim 2016/2017 kemarin, ia dilepas ke AC Milan dengan status pinjaman. Bersama klub Italia tersebut, Deulofeu kemudian mencuri perhatian. Dari 18 penampilan, ia bisa mengumpulkan empat gol dan memberi tiga assist.

Berkat penampilan singkat di Milan itu, ia kembali mendapat panggilan masuk ke dalam skuat timnas senior Spanyol pada bulan Maret kemarin untuk pertama kalinya sejak 2014.  Ia mencetak satu gol dan memberikan satu assist ketika menghadapi Prancis dalam laga persahabatan. Inilah yang membuat Barca kemudian juga tertarik menarik Deulofeu kembali ke Camp Nou pada bursa transfer  musim panas kemarin dengan tebusan 12 juta euro.

Barca Tak Ramah pada Deulofeu

Sejak bergabung kembali dengan Barca, Deulofeu tak pernah mendapat panggilan dari timnas Spanyol. Di Barca sendiri, Deulofeu tak sekalipun bermain penuh sepanjang pertandingan. Dari 13 pertandingan yang dijalani Barca, Deulofeu mendapat sembilan kesempatan bermain, enam kali bermain sejak menit awal, sisanya sebagai pemain cadangan.

Dan dari seluruh penampilannya tersebut, Deulofeu belum sekalipun mencetak gol namun bisa memberikan tiga assist. Peluang bermain ini pun ia dapatkan setelah Neymar meninggalkan Barca. Jika seandainya masih ada Neymar, Deulofeu belum pasti mendapat kepercayaan seperti sekarang. Selain itu, ia mendapat keuntungan dengan kondisi Ousmane Dembele yang masih mengalami cedera. Jika pemain yang dibeli setelah kepergian Neymar tersebut kembali, posisi Deulofeu di Barca akan terancam.

Di laga terakhir saat Barcelona menghadapi Olympiacos di Liga Champions, Deulofeu juga tak bermain 90 menit penuh.  Tentu saja ia kecewa dengan itu, karena penampilannya tersebut merupakan yang pertama kalinya di Liga Champions yang digelar di Camp Nou selama lima tahun terakhir.

Kurangnya kepercayaan Barca pada Deulofeu membuatnya disebut-sebut akan meninggalkan Barca lagi pada bulan Januari mendatang. Kemungkinan besar, jika performanya terus seperti sekarang, ia akan kembali meninggalkan klub yang sudah dianggap seperti rumah sendiri tersebut.

SUMBER : SPORT

Written by 

Related posts

Leave a Comment