Search

Bertemu Presiden Korsel, Trump Titip Salam dan Akui Sangat Menyukai Kim Jong-un

BABEBOLA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tahu bahwa dia menyukainya dan akan memenuhi semua harapannya. Hal itu diutarakan oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae In pada Minggu (2/12), sehari setelah bertemu dengan Trump pada acara KTT G20 di Argentina.

Moon yang berharap untuk segera mengundang Kim pada perjalanan pertamanya ke Seoul seperti yang disepakati awal tahun ini, mengatakan Trump telah memintanya untuk menyampaikan pesan tersebut.

“Pesannya adalah Presiden Trump memiliki pandangan yang sangat baik terhadap Kim dan dia menyukainya,” kata Moon seperti dilansir dari Reuters, Senin (3/12).

“Karena itu, dia meminta saya untuk memberi tahu Kim bahwa dia ingin menerapkan sisa perjanjian mereka bersama dan dia akan memenuhi keinginan Kim,” lanjut Moon.

Trump yang bertemu Kim di Singapura pada bulan Juni, mengatakan pada Sabtu (1/12) lalu bahwa dia kemungkinan akan bertemu pemimpin Korea Utara untuk kedua kalinya pada Januari atau Februari untuk membicarakan tiga pembahasan untuk pertemuan mereka.

“Kami bergaul dengan sangat baik. Kami memiliki hubungan yang baik,” kata Trump pada wartawan di pesawat negara Air Force One setelah kembali dari KTT G20.

Trump menambahkan bahwa pada titik tertentu dia juga akan mengundang Kim ke AS. Kim dan Trump berjanji pada pertemuan pertama mereka untuk berupaya melakukan denuklirisasi. Kedua belah pihak sejak itu juga telah membuat sedikit kemajuan terkait perjanjian mereka.

AS menyatakan setelah pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping bahwa mereka dan Kim akan berusaha untuk menuju Semenanjung Korea bebas nuklir. Pernyataan itu mengatakan Xi dan Trump setuju bahwa kemajuan besar telah dibuat sehubungan dengan Korea Utara.

Trump sudah sering menggambarkan hubungan pribadi nya yang hangat dengan Kim, dengan alasan bahwa hubungan ini akan membantunya berhasil pada terobosan diplomatik yang kian terhalang dari presiden AS sejak 1950-an.

Pada bulan September lalu Trump mendapat tepuk tangan dari kerumunan pendukung kampanye dengan menjelaskan dia dan Kim bertukaran surat-surat indah, dengan mengatakan bahwa mereka saling jatuh cinta.

Namun di sisi lain, para kritikus Trump mengatakan kata-kata hangat seperti itu sejauh ini gagal menghasilkan konsesi konkret dari salah satu negara paling otoriter di dunia.

Pujian terbaru Trump untuk Kim, dalam pertemuan khusus di acara KTT dengan Moon, menunjukkan bahwa dia masih menekankan hubungan pribadinya meskipun pembicaraan nuklir terhenti.

Moon mengatakan pertemuan kedua antara Kim dan Trump akan terbukti sebagai momen paling kritis bagi denuklirisasi Korea Utara.

 

 

 

SUMBER

 

Written by 

Related posts

Leave a Comment