Search

Blanko tak kunjung tersedia, 42 ribu warga Mojokerto belum pegang e-KTP

e-KTP

Blanko tak kunjung tersedia, 42 ribu warga Mojokerto belum pegang e-KTP

BabeBola.net Sedikitnya 42 ribu warga di Kabupaten Mojokerto belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Sebabnya, blanko e-KTP di Kantor Dispendukcapil habis dan belum dikirim Dirjen Kependudukan, dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri.

Warga yang belum memiliki e-KTP khawatir ketiadaan kartu identitas akan menyulitkan mereka saat mengurus administrasi tertentu. Syaifudin Nakori (30) warga Mojokerto mengatakan, saat mengurus e-KTP di Kantor Disdukcapil, hanya diberi surat keterangan sementara (suket). Suket hanya berlaku hanya 6 bulan, jika masa berlakunya habis harus mengajukan ulang untuk diterbitkan yang baru.

“Saya baru ngurus e-KTP, tapi diberi satu lembar surat keterangan pengganti KTP. Masa berlakunya hanya 6 bulan saja,” kata Syaifudi, Jumat (20/10).

Namun, dia melihat suket pengganti e-KTP cepat rusak karena dari kertas biasa.

“Ya khawatir cepat rusak karena surat keterangan pengganti KTP dari kertas biasa. Apalagi sekarang ini mulai musim penghujan”, ujarnya.

Sementara menurut Ika (29), warga Kecamatan Jetis, sudah lebih dari dua bulan e-KTP miliknya belum jadi. Beberapa kali bertanya ke Kantor Dispendukcapil, petugas selalu menjawab stok blanko e-KTP masih belum datang.

“Sudah dua bulan lebih belum jadi. Sudah beberapa kali datang ke Kantor Disdukcapil. Saat tanya ke petugas pelayanan, katanya blanko-nya masih kosong,” jelas Ika.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko, saat dikonfirmasi mengatakan, blanko e-KTP yang diterima dari Dirjen Kependudukan jumlahnya tidak sebanding dengan pemohon e-KTP.

Tercatat, sudah 77 ribu warga melakukan perekaman e-KTP, namun yang baru tercetak 35 ribuan. Artinya masih ada lebih dari 42 ribu warga yang masih menunggu blanko e-KTP.

“Cetak e-KTP kita utamakan yang perekaman lebih dulu. Sekarang masih ada sekitar 42 ribu warga yang belum dicetak e-KTP,” kata Bambang, Jumat (20/10).

Pihaknya masih menunggu drop-ing blanko e-KTP dari Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil karena pengadaannya di pusat. Sedangkan jumlah blanko e-KTP yang diterima tidak bisa dipastikan karena daerah lain juga kekurangan stok.

“Kita tidak bisa memastikan jumlah blanko yang akan datang. Jadwal pengirimannya pun tergantung stok dan pembagian dari pusat. Makanya saya selalu mengecek dan bertanya ke pusat supaya kalau stok di pusat sudah ada bisa kita ambil ke sana,” jelas Bambang.

Disdukcapil menargetkan hingga akhir Desember nanti, perekaman bisa diselesaikan. “Kita maksimalkan dengan layanan perekaman data e-KTP ke setiap Desa dan Sekolah. Tiga tim keliling melakukan perekaman. Setiap tim dilengkapi 3 unit komputer untuk proses perekaman data warga. Di kantor Dispenduk ada 1 unit alat perekaman data yang setiap hari melakukan perekaman hingga 200 warga,” ucap Bambang.

 

Sumber : MERDEKA

Written by 

Related posts

Leave a Comment