Search

Cerita Ibu di Depok Saat Anaknya ‘Tumbang’ karena Difteri

BABEBOLA– Ada 33 orang yang dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, karena diduga difteri. Salah satunya adalah Fajar Nurcholis (23), warga Depok, Jawa Barat.

Ibunda Cholis, Parsih, cerita soal bagaimana awal mula anaknya itu mengalami gejala difteri hingga akhirnya dirawat. Dia bicara saat diwawancarai detikcom di RSPI Sulianti Saroso, Jalan Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Senin (11/12/2017).

Parsih menceritakan, pada Selasa (5/12) Cholis mengalami demam dan mengalami sakit tenggorokan. Dia kemudian berobat ke klinik di dekat rumah dan dinyatakan mengalami demam dan radang tenggorokan biasa.

Rabu (6/12) pagi, muncul sebuah tonjolan mirip cacar di kening Cholis dan kemudian muncul di tempat lain di sekitarnya. Cholis masih beraktivitas mencari kerja. Namun, begitu pulang ke rumah, dia langsung tergeletak lemas. Menurut Parsih, anaknya itu mengalami demam.

Pada Kamis (7/12), Cholis tidak bisa tidur. Dia tetap demam tinggi dan mengalami sakit di tenggorokan.

“Jam 12 malam dia bilang, ‘Ma, tenggorokan Cholis kayak ada putih-putihnya sedikit, Ma.’ Soalnya, cacarnya juga tumbuh di dalem-dalem sana (menunjuk mulut),” jelas Parsih.

Karena khawatir, dia pun membawa putranya itu ke rumah sakit di wilayah Depok pada Jumat (1/12). Cholis masuk ke UGD dan dilakukan pemeriksaan.

“Masuk UGD langsung cek darah, terus trombosit bagus. Kan lidahnya kan putih, takutnya tifus ya. Tifus negatif, pokoknya bagus semua hasil cek darahnya,” ujar Parsih. Oleh pihak rumah sakit, Cholis kemudian diduga terkena difteri.

Dari rumah sakit tersebut, Cholis kemudian dirujuk ke rumah sakit lainnya di wilayah Depok. Karena tidak ada ruang isolasi, di dua rumah sakit tersebut, singkat cerita Cholis kemudian dibawa ke RSPI Sulianti Saroso pada Minggu (10/12) malam.

“Minggu malam sampai sini, pukul 22.30 WIB. Langsung masuk ruang isolasi, indikasi difteri, tapi sekarang (kondisi Cholis) sudah mendingan. Diagnosisnya keluar tiga hari kata dokternya yang kontrol pagi-pagi,” kata Parsih.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan Cholis juga sempat berbincang dengannya. Nila datang menjenguk para pasien diduga difteri.

“Iya, anak saya ditanyain, ‘Ini Fajar, ya? Tinggalnya di mana, di Depok? Bagaimana kok bisa sampai sini? Bagaimana, tenggorokannya masih sakit?'” ujar Parsih. Menurut dia, putranya mengaku dalam kondisi yang sudah jauh lebih baik.

Di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, ada 33 orang yang dirawat di ruang isolasi karena diduga difteri. Sebanyak 22 orang merupakan anak-anak berusia 1-4 tahun dan sisanya orang dewasa.

 

 

 

Sumber:

Written by 

Related posts

Leave a Comment