Search

Desain Baru Kursi Pesawat Mirip Pelana

BABEBOLA.COM – Saat terbang dengan maskapai bujet, Anda harus rela duduk di kursi dengan ruang gerak terbatas. Itu tak seberapa dibandingkan desain kursi pesawat baru yang membuat posisi duduk seperti berdiri.

Dilaporkan CNN, kursi baru ini berjuluk SkyRider 2.0. Penciptanya adalah Aviointeriors, produsen kursi pesawat dari Italia.

Aviointeriors merancang dan membuat berbagai jenis kursi pesawat. Mulai kelas ekonomi, hingga kursi mewah yang membuat penumpang duduk sangat nyaman.

SkyRider 2.0 adalah pembaruan dari ciptaan mereka sebelumnya. Seri pertamanya sudah dirilis pada 2010, namun izinnya tidak diloloskan US Federal Aviation Administration.

Dalam proses desainnya, Aviointeriors meminjam ide dari pelana yang digunakan saat menunggang kuda. Desain kursi ini menciptakan posisi duduk lebih tegak, nyaris berdiri dengan kursi dilengkapi bantalan. Dengan demikian hanya butuh sedikit ruang kaki.

Kursi SkyRider punya ruang kaki sekitar 23 inci. Sebaliknya, kursi maskapai United kelas ekonomi saat ini memiliki ruang kaki 30 inci pada pesawat jenis 737-700.

Sekarang, telah hadir desain baru SkyRider 2.0 yang dipamerkan dalam Aircraft Interiors Expo 2018 di Hamburg, Jerman. Desain baru kursi ini berukuran sama hanya saja dilengkapi bantalan tambahan dan dirancang agar lebih kokoh dari pendahulunya.

Setiap baris kursi sekarang ditopang tiang pancang dari langit-langit dan lantai kabin pesawat. Dari aspek berat, SkyRider 2.0 50 persen lebih ringan dari kursi standar kelas ekonomi. Komponennya pun lebih sedikit jadi perawatannya lebih murah dan mudah.

The Points Guy, menjajal kursi berdiri ini dan mengulasnya. “Duduk di baris depan rasanya tak buruk, tapi dengan tinggi 180 cm, lutut saya terantuk sandaran kursi sepanjang waktu saat duduk di barisan belakang,” tulisnya.

Menurut perusahaan tersebut, kursi ini hanya ditujukan untuk penerbangan jarak pendek. Maksimal berdurasi tiga jam saja.

“Desain SkyRider 2.0 memungkinkan maskapai untuk menambah jumlah penumpang hingga 20 persen,” ujar juru bicara Aviointeriors dikutip CNN. Mereka optimistis kursi SkyRider 2.0 akan mendapatkan sertifikasi hingga bisa digunakan oleh maskapai penerbangan.

View image on TwitterView image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter

Konsep kursi vertikal dalam pesawat sudah cukup lama mengemuka. Airbus, produsen pesawat ternama sebelumnya pernah mengeksplorasi ide model kursi serupa.

Beberapa tahun lalu, juru bicara Airbus, Mary Anne Greczyn mengungkapkan ide kursi yang terinspirasi dari sadel sepeda. Desainnya lebih simpel dari SkyRider 2.0, tanpa sandaran kepala, ruang kaki, dan layar di balik kursi.

Dalam wawancara dengan LA Times, mereka telah mendaftarkan paten atas desain tersebut.

Pada 2010, CEO maskapai Ryanair, Michael O’Leary juga pernah mengungkap rencana kelas khusus berdiri pada penerbangan mereka. Namun, rencana tersebut menguap begitu saja.

Dengan desain kursi minimalis, maskapai bisa mengangkut lebih banyak penumpang dan meraup untung lebih banyak. Harapannya tiket pesawat pun bisa dijual lebih murah.

Namun, tak usah khawatir sebab kursi berdiri dalam pesawat ini belum akan digunakan, setidaknya dalam waktu dekat. Proses agar maskapai bisa mengadopsi SkyRider 2.0 cukup panjang.

Pertama, Aviointeriors harus membuktikan bahwa tempat duduk ini aman jika terjadi kecelakaan. Setelah itu kursi ini harus mendapat persetujuan dan sertifikasi Federal Aviation Administration (FAA) dan badan serupa lainnya di negara lain.

Sementara, sudah ada beberapa potensi masalah pada SkyRider 2.0. Pertama, kurangnya ruang penyimpanan di bawah kursi untuk barang-barang pribadi. Kedua, kemungkinan evakuasi tertunda sebagai akibat dari ruang antar-kursi yang terbatas.

 

 

Sumber:

Written by 

Related posts

Leave a Comment