Search

Dolar Tinggi Sandiaga Konversi Aset Dolar ke Rupiah

Dolar Tinggi Sandiaga Konversi Aset Dolar

Jakarta – Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengatakan, terus ikut berusaha untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Salah satu cara yang dia lakukan, yakni dengan mengonversi aset dolar yang dimiliki ke mata uang rupiah

Sandiaga mengaku telah mengonversi sebanyak 35 persen asetnya ke dalam rupiah. Dia berharap, dengan apa yang dilakukannya dapat menaikan nilai tukar rupiah yang semakin melemah.

“Untuk konglongmerat, saya sudah mengonversi simpanan saya ke rupiah. Ini waktunya membela negara, Jangan sampai terpecah belah,” kata Sandiaga di GOR Bulungan, Rabu 5 Sepember 2018.

Sandiaga menuturkan, dengan ditukarnya dolar yang dia miliki dapat membantu menekan laju dolar yang terus meningkat. Dia juga mengajak para pengusaha untuk menukarkan dolar yang dimiliki.

Sandiaga menegaskan, untuk mengendalikan harga rupiah, dibutuhkan persatuan dari seluruh rakyat Indonesia. Karena, seluruh elemen masyarakat memiliki tugas untuk menjaga nilai tukar rupiah.

BACA JUGA : Mahasiswa Baru di Jogja Ini Viral Gara-gara Wajah

“Karena millenials ada tugasnya, emak-emak ada tugasnya juga, terus pengusaha juga ada tugasnya juga, supaya semua berbagi tugas gitu, jangan overlapping dan jangan saling (serang),” ujarnya.

Dirujuk dari situs elhkpn.go.id, tercatat total harta kekayaan Sandiaga Uno mencapai angka Rp5.099.960.524.965. Catatan tersebut disahkan pada Rabu 15 Agustus 2018.

Untuk harta tanah dan bangunan, Sandiaga Uno tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp191.644.398.989. Sementara itu, untuk alat transportasi dan mesin, terhitung Sandiaga memiliki kekayaan senilai Rp 325.000.000.

Berikut harta kekayaan Sandiaga Uno lainnya yang terdaftar di LHKPN KPK:
-Harta bergerak lainnyaRp3.200.000.000
-Surat Berharga Rp4.707.615.685.758
-Kas dan setara kas Rp495.908.363.438
-Harta lainnya Rp41.295.212.159
-Hutang Rp340.028.135.379

Selain itu, Sandiaga Uno mempunyai harta kekayaan berupa surat berharga sebesar Rp3,7 triliun dan US$1,3 juta, giro dan setara kas lainnya sebesar Rp12,9 miliar dan US$30,2 juta.

Sumber:

Written by 

Related posts

Leave a Comment