Search

GoPro Meciptakan Varian Baru “HERO”

BABEBOLA.COM – Jenama GoPro dikenal sebagai produsen kamera aksi (action cam). Jenis kamera “tahan banting” yang dapat diandalkan oleh pehobi olahraga ekstrem untuk merekam setiap aksinya.

Lahir pada tahun 2002, GoPro yang berbasis di Amerika Serikat resmi hadir di Indonesia tahun 2017, melalui importir dan distributor PT. Sinar Eka Selaras–anak usaha Erajaya Group yang berfokus pada produk Internet of Things.

Pada Oktober 2017, menandakan peresmiannya GoPro memboyong kamera aksi lini Hero terbaru, yakni seri Hero 6. Kini di pertengahan tahun 2018, GoPro kembali memasukkan dua varian kamera aksi mereka ke pasar lokal yaitu seri Hero dan Fusion. Yang masing-masing dijual di harga Rp3,399 juta dan Rp10,999 juta.

Bukan rahasia, harga jual tinggi mengiringi keandalan produk-produk GoPro. Hal ini yang kerap menjadi penghalang para calon konsumen untuk meminangnya. Inilah alasan mengapa kamera aksi GoPro Hero (2018) hadir.

Kehadiran Hero, diharapkan pihak GoPro dapat memperbesar pangsa pasar di Indonesia. Di sini pasar kamera aksi sudah terlebih dahulu dipadati dengan produk pabrikan Tiongkok seperti Xiaomi dan DJI yang dikenal dengan produk berkualitas namun harga terjangkau.

Secara global, Hero diperkenalkan pada akhir Maret 2018. Seri baru ini merupakan kamera aksi yang dibanderol dengan harga lebih terjangkau.

Dalam acara temu media pada Kamis (31/5) di Jakarta, Sangeet Singh, Marketing Manager SEA GoPro mengatakan bahwa GoPro Hero cocok untuk pengguna pengguna yang belum pernah memiliki kamera aksi dan ingin merekam aktivitas kesehariannya.

“Kami ingin memberikan produk perkenalan bagi pengguna non-pelaku olahraga ekstrem, dengan kamera aksi yang lebih terjangkau namun tetap memiliki fitur-fitur unggulan yang ada di lini utama Hero seperti Hero 5 dan Hero 6.”

Marketing Manager South East Asia GoPro Sangeet Singh (kiri) bersama Director Marketing and Communication Erajaya Group Djatmiko Wardoyo (kanan) dalam acara temu media GoPro di Jakarta, Kamis (31/5).

Marketing Manager South East Asia GoPro Sangeet Singh (kiri) bersama Director Marketing and Communication Erajaya Group Djatmiko Wardoyo (kanan) dalam acara temu media GoPro di Jakarta, Kamis (31/5).

Hero memiliki bentuk serupa dengan Hero 5 dan 6, dengan keberadaan layar monokrom di bagian depan sebelah lensa. Hero memiliki memiliki layar sentuh 2 inci, kontrol suara, stabilisasi video digital, dan daya tahan akan air hingga kedalaman 10 meter tanpa perlu aksesori tambahan.

Dengan ukuran dan bentuk yang sama dengan kakaknya, artinya Hero cocok dengan beragam aksesori yang sudah lebih dahulu tersedia untuk seri 5 dan 6.

Namun jelas ada kemampuan Hero 5 dan 6 yang tidak dimiliki Hero, juga penurunan beberapa spesifikasi. Perekaman video Hero dibatasi hingga resolusi 1440p pada 60 bingkai per detik (fps) saja.

Hal ini menjadikannya tidak dapat merekam cuplikan video 4K atau dalam mode gerak super lambat. Hero juga memiliki resolusi kamera 10MP untuk foto, turun dari 12MP, dan hanya memiliki satu opsi pemotretan burst (10 fps) dan satu kali pengaturan selang (time lapse) (0,5 detik per bidikan).

GoPro Fusion, kamera 360 derajat yang mampu melakukan perekaman hingga resolusi 5,2K

GoPro Fusion, kamera 360 derajat yang mampu melakukan perekaman hingga resolusi 5,2K

Produk kedua yang diboyong GoPro ke Indonesia adalah Fusion. Produk ini adalah andalan GoPro untuk bidang perekaman konten realitas virtual (VR).

Dengan keberadaan dua kamera setengah bola resolusi 18MP di bagian sisi-sisinya, Fusion mampu melakukan perekaman dan pengambilan foto 360 derajat dalam resolusi 5,2K 30fps atau 3,2K 60fps.

Produk ini sebenarnya telah diperkenalkan secara global akhir tahun 2017. Uniknya kamera ini memiliki fitur stabilisasi tanpa harus menggunakan aksesori tambahan seperti gimbal, memungkinkan penggunanya menangkap video yang halus.

Fitur Mobile OverCapture juga menjadi sesuatu yang baru yang ditawarkan oleh Fusion. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membuat video konvensional dari rekaman bulat.

Spesifiknya, fitur ini memungkinkan pengguna untuk membingkai ulang dan membuat video perspektif tetap dari konten video 360 derajat.

Kamera ini dirancang untuk pengguna baik yang kerap beraktivitas di lingkungan ekstrem ataupun tidak. Fusion memiliki daya tahan akan air hingga 5 meter tanpa aksesori tambahan. Kontrol suara juga hadir di sini yang mendukung masukkan 10 bahasa berbeda.

Director Marketing and Communication Erajaya Group, Djatmiko Wardoyo, mengatakan dengan memanfaatkan kanal-kanal distribusi yang dimiliki, ia berharap pihaknya, bisa lebih membawa jenama itu lebih populer di pasar Indonesia, khususnya melalui GoPro Hero.

Ia melanjutkan bahwa Erajaya dipercayai untuk mengelola akun media sosial Facebook dan Instagram GoPro di Indonesia. Hal itu dilakukan agar segala konten yang diunggah dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Kita yakin pasar ini bakal berkembang. Dalam sebulan terakhir, kami terus melakukan aktivitas kepada komunitas –komunitas di Jakarta untuk memperkenalkan GoPro.”

 

Sumber:

Written by 

Related posts

Leave a Comment