Search

Hai Wanita, Jangan Lakukan 3 Hal Ini Usai Berhubungan Seks

BABEBOLA Saat-saat setelah tuntas melakukan hubungan intim, biasanya menjadi waktu yang paling rileks.

Namun di tengah suasana santai itu, ternyata ada tiga hal yang seharusnya tidak dilakukan.

“Ketika jaringan vagina telah dilumasi, bengkak, dan tergesek saat bersenggama, itu mengubah keadaan vagina dan reaksinya terhadap lingkungan.”

Pandangan ini diungkapkan ginekolog dari Kansas, Amerika Serikat, Leslie E. F. Page, M.D. seperti dilansir Women’s Health.

“Risiko utama adalah terkena infeksi,” kata Leslie.

Tiga hal yang seharusnya tidak dilakukan setelah berhubungan seks, jika ingin menjaga kesehatan organ wanita Anda adalah:

1. Jangan bersabun

Anda mungkin merasa ingin mencuci organ intim Anda setelah bercinta. Tapi, pastikan untuk tidak menggunakan sabun.

Sabun bepotensi menyebabkan iritasi dan kekeringan pasca seks. Bahkan, Anda mungkin bisa mengalami reaksi alergi.

” Vagina adalah organ “pembersih diri”, dan perlu dirawat dengan sangat-sangat lembut.”

“Maka, jika Anda tidak memasukkan benda atau cairan ke mulut, sebaiknya Anda juga tidak memasukkannya ke dalam atau ke sekitar vagina.”

“Jika Anda ingin menggosok menggunakan air saja,” kata Leslie.

Advertisment

2. Jangan lupa “pipis”

Ada alasan mengapa Anda selalu membutuhkan buang air kecil setelah melakukan hubungan seks.

Hal ini membantu membersihkan bakteri yang mungkin telah masuk ke dalam vagina Anda.

” Seks dapat menyebabkan infeksi kandung kemih,” kata seorang dokter spesialis kandungan, Robert Wool, M.D.

“Anda bisa memiliki beberapa waktu untuk meringkuk, kosongkan kandung kemih Anda dalam waktu satu jam setelah seks.”

3. Jangan berendam di air panas

Padahal, ide untuk berendam dan bersantai di dalam bak air panas pasca berhubungan seks terdengar amat menyenangkan.

Namun ternyata hal ini bisa menjadi “kabar buruk” bagi vagina Anda.

“Bila vulva tengah membengkak sebagai respons terhadap rangsangan seksual, maka kondisi ini menunjukkan pembukaan vagina.”

“Berarti Anda memiliki kesempatan infeksi yang lebih besar,” kata Leslie.

“Jika Anda berada di bak mandi air panas bersama pasangan Anda, itu berarti Anda bisa terpapar bakteri dari kulit dan anusnya.”

“Selain itu, paparan air yang ekstensif mengurangi efisiensi penghalang antimikroba kulit,” tambah Leslie.

 

 

Sumber:

Written by 

Related posts

Leave a Comment