Search

Hampir Dua Pertiga Anggota PBB Sepakat Larang Senjata Nuklir

NEW YORK – Hampir dua pertiga dari negara-negara PBB setuju untuk sebuah perjanjian untuk sebuah perjanjian untuk melarang senjata nuklir setelah berbulan-bulan melakukan pembicaraan. Pembicaraan ini sendiri diboikot oleh Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis dan pihak lain yang justru menjanjikan komitmen terhadap Perjanjian Non-Proliferasi yang telah berlangusng puluhan tahun.

Perjanjian pelarangan senjata nuklir akan mulai berlaku 90 hari setelah 50 negara meratifikasinya. Perjanjian itu diadopsi dengan 122 suara yang mendukung, satu menolak dan satu abstain.

Duta Besar AS Nikki Haley, Duta Besar Inggris Matthew Rycroft dan Duta Besar Prancis Francois Delattre mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa negara mereka tidak bermaksud untuk menandatangani, mengesahkan atau pernah menjadi peserta terhadap perjanjian tersebut.

“Oleh karena itu, tidak akan ada perubahan dalam kewajiban hukum di negara kita sehubungan dengan senjata nuklir,” kata mereka seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/7/2017).

“Sebuah larangan yang diakui pada senjata nuklir yang tidak menangani masalah keamanan yang terus membuat pencegahan nuklir yang diperlukan tidak dapat mengakibatkan penghapusan satu senjata nuklir dan tidak akan meningkatkan keamanan negara manapun, juga keamanan dan keamanan internasional,” kata mereka, merujuk kepada Korea Utara (Korut).

Uji rudal terbaru Pyongyang dan klaim bahwa rudal balistik antarbenua yang baru dikembangkan (ICBM) dapat membawa hulu ledak nuklir telah mengkhawatirkan Amerika Serikat dan negara lainnya.

Pada awal perundingan pada bulan Maret, Haley mengatakan bahwa lusinan negara telah melewatkan negosiasi karena mereka berkomitmen terhadap Perjanjian Non-Proliferasi, yang mulai berlaku pada tahun 1970 dan bertujuan untuk mencegah penyebaran teknologi senjata nuklir dan senjata.

Resolusi Majelis Umum PBB mengadopsi sebuah resolusi pada bulan Desember, 113 yang mendukung 35 menolak, dengan 13 abstain, untuk menegosiasikan instrumen yang mengikat secara hukum untuk melarang senjata nuklir, yang mengarah pada penghapusan total mereka dan mendorong semua negara anggota untuk berpartisipasi.

 

SUMBER: INTERNATIONALNEWS.COM

Written by 

Related posts

Leave a Comment