Search

Jejak Buffon di Liga Champions Identik dengan Piala Dunia 2006

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon (kiri), menyapa suporter setelah keberhasilan mengalahkan Barcelona dengan skor 3-0 pada pertandingan pertama Liga Champions di Juventus Stadium pada 11 April 2017. (GIUSEPPE CACACE / AFP)

BABEBOLA.Gianluigi Buffon menorehkan statistik identik antara kiprahnya bersama Juventus pada Liga Champions 2016-2017 dan Italia pada Piala Dunia 2006.

Terakhir, sang kapten mengantarkan timnya menang 2-0 atas tuan rumah AS Monaco pada partai pertama semifinal di Stade Louis II, Rabu (3/5/2017). Dwigol diborong oleh Gonzalo Higuain.

Hasil tersebut sekaligus mengonfirmasi kesolidan pertahanan I Bianconeri, julukan Juventus. Total 621 menit dilalui Buffon tanpa kemasukan di kompetisi kasta teratas Eropa itu.

Tren positif Buffon di Eropa mengundang pujian dari pelatih Massimiliano Allegri. Sang juru taktik menyatakan, “Buffon memang selalu siap setiap pertandingan besar. Dia adalah sosok terbaik di dunia.”

 

Penjaga gawang berusia 39 tahun itu memang sudah teruji. Tengok saja kiprah dia dari fase grup hingga kini.

Mengakumulasi sebelas laga yang dilakoni Juventus, Buffon cuma menderita dua gol. Itu pun selalu berasal dari bola mati, bukan permainan terbuka.

 

Catatan serupa ditorehkan Buffon pada Piala Dunia 2006. Sebelas tahun lalu, dia cuma menderita dua kali kemasukan dari fase grup hingga partai final.

Seperti halnya Liga Champions musim ini, dua gol yang bersarang ke gawang Buffon juga berasal dari bola mati. Terakhir adalah penalti Zinedine Zidane pada laga puncak antara Italia dan Perancis

 

 

 

Kini, Juventus menyisakan maksimal dua pertandingan lagi di Liga Champions. Penting buat Buffon memelihara tren clean sheet pada partai semifinal kedua atau bahkan final.

Dengan begitu, Buffon tidak cuma menjaga keidentikan statistiknya, tetapi juga melebarkan asa juara. Perlu diingat, berbekal catatan serupa, dia merebut predikat juara dunia tujuh tahun lalu.

Tidaklah mudah karena AS Monaco tergolong produktif dengan duet Radamel Falcao dan Kylian Mbappe. Kemudian di final, Buffon terancam bersua dengan Cristiano Ronaldo, yang mencetak hat-trick dalam dua partai terakhir Liga Champions.

 

Oleh karenanya, Buffon enggan memikul tanggung jawab seorang diri. Dia meminta bantuan dari penghuni sektor belakang lain seperti Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini.

“Apabila Anda tidak memiliki kesolidan pertahanan, ditambah pula kualitas saat menyerang, segalanya menjadi lebih rumit,” tutur Buffon setelah laga kontra AS Monaco.

 

Written by 

Related posts

Leave a Comment