Search

Kata Maling Mobil Saat Didatangi Kakaknya: Enak di Sini

BABEBOLA Penyidik Polres Lamongan Jawa Timur mulai mendapat petunjuk soal siapa Agung Prasetyo (35), warga Watu Tulis, Krian, Sidoarjo, maling mobil yang membuat pusing polisi.

Maklum saja, saat diperiksa, Rabu (1/11/2017) Agung menjawab ngelantur dan sekenanya y

http://www.tribunnews.com/regional/2017/11/02/kata-maling-mobil-saat-didatangi-kakaknya-enak-di-sini?page=4

ang membuat para penyidik di ruang unit 1 ger-geran.

Berbagai dugaan muncul, Agung sengaja menyaru gila dan sebagian meyakini memang kelainan jiwa.

Kini mulai ada titik terang, siapa sebenarnya Agung pembawa kabur mobil penumpang umum (MPU) yang diparkir di warung Desa Kebalandono Babat.

Kamis (2/11/2017) pagi, kakak Agung bernama Wahyudi bertandang ke polres untuk memastikan jika adiknya itu memang memiliki kelainan jiwa.

Wahyudi juga menunjukkan bukti materiil surat-surat saat Agung berobat.

“Adik saya memang sakit sejak 2013 lalu,” ungkap Wahyudi kepada SURYA.co.id, Kamis (2/11/2017).

Sakitnya Agung memang tidak sampai aksi mengamuk. Ia hanya berdiam diri, duduk di rumah dan tidak pernah keluar jauh dari rumah.

Namun dua minggu ini, Agung pergi dan tidak pernah kembali.

Lalu ada kabar, Agung tertangkap membawa kabur mobil Elf milik warga Pucuk Lamongan.

Bahkan sejak ada perubahan kejiwaan, Agung yang dikaruniai seorang anak ini, dicerai istrinya, Kustiyah Winarni.

Saat ditemui, Agung masih bisa mengingat kalau laki – laki yang menemuinya itu adalah kakaknya.

Namun lagi-lagi Agung memicu gelak tawa siapapun yang ada pada pagi itu.

Agung tidak mau diajak pulang dan ingin bertahan di Polres Lamongan.

“Enak disini saja, dikasih makan, dikasih kopi. Saya itu dititipkan ke pak polisi,” kata Agung dengan logat Jawa medok.

Bahkan saat ditanya apa tidak kangen sama kedua orang tua, termasuk sang anak ?

“Mboten, mboten kangen. Enak teng mriki (Enggak, enggak kangen. Enak di sini, Red),” katanya.

Hari ini Agung memang tidak langsung dilepas polisi ke tangan Wahyudi.

Penyidik masih akan membawa Agung ke Polda Jatim untuk diperiksakan ke dokter jiwa yang ada di Polda. Ini sekaligus memastikan kondisi kejiwaan Agung.

“Hari ini rencana dibawa ke Polda untuk diperiksa oleh dokter Polda,” ungkap KBO Reskrim, Iptu Supriyanto didampingi Kasubag Humas, AKP Suwarta kepada SURYA.co.id.

Langkah penyidik untuk memeriksakan kejiwaan Agung ini adalah masuk dalam rangkaian proses penyidikan.

Bikin Ger-geran

Diberitakan sebelumnya, dibuat pusing dengan seorang pencuri yang ketangkap dan diduga menyaru gila saat menjalani pemeriksaan, Rabu (1/11/2017).

Agung Prasetyo (35) asal Watu Tulis Krian Sidoarjo, ketahuan mobil Isuzu Elf nopol S 7614 UJ.

Pelaku membawa kabur mobil berpelat kuning saat kendaraan itu sedang diparkir di sebelah salah satu warung di Desa Kebalandono Babat.

Bahkan pelaku nekat membawa kabur mobil itu, Selasa (31/10/2017) pukul 13.00 wib.

Kendaraan umum yang kunci kontaknya nancap dan diparkir di sebelah warung itu langsung distarter dan dibawa pelaku ke arah barat.

Korban Sutarjo (50) warga Pucuk Kecamatan Pucuk tahu kendaraannya hilang saat mendapati informasi dari sopirnya.

“Siang itu dikabari sopir dan dikira saya yang bawa mobil,” ungkap Sutarjo.

Sutarjo yang saat itu sedang berada di Jawa Tengah dan berencana pulang, Selasa (31/10/2017).

Kebetulan, Rabu (1/11/2017) dini hari dalam perjalanan pulang mendapati mobilnya berwarna hijau itu sedang parkir di bahu jalan Kragan, Kabupaten Rembang, Jateng.

Begitu didekati, ternyata benar. Dan di dalam mobil ada seseorang yang sedang santai minum kopi.

Dibantu masyarakat, pelaku diamankan dan dilanjutkan koordinasi dengan polisi, tersangka dan barang bukti mobildibawa ke Polres Lamongan.

Hingga berita ini dikirim, tersangka masih diperiksa penyidik. Penyidik harus ekstra sabar karena tersangka diperkirakan mengalami gangguan jiwa.

Beberapa pertanyaan tidak dijawab benar. Jawabannya membias dan bicara sendiri. Sembari sesekali senyum-senyum sendiri.

“Sampeyan tahu kenapa dibawa ke polres?” tanya salah satu penyidik.

Di luar dugaan jawabannya mengundang tawa penyidik unit 1.

“Disuruh makan jajan,” jawab Agung.

Berbagai strategi pertanyaan untuk menggiring pengakuan tersangka, ternyata belum bisa menembus jawaban sesuai harapan.

Ketika diminta menuliskan nama, dan alamat lengkap rumahnya. Agung dengan cekatan menulis.

Tulisannya cukup bagus, data pribadi dan alamat ditulis benar. Ternyata Agung seorang lulusan salah satu SMP negeri di Krian.

Melihat hasil tulisan data pribadi dan begitu baiknya tulisan tersangka menambah pusing penyidik.

Yang pasti, penyidik butuh ekstra kesabaran untuk mengungkap kasus pencurian yang diduga pelakunya mengalami kelainan jiwa.

“Nanti penyidik pada akhirnya akan melibatkan dokter ahli jiwa,” kata Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Suwarta kepada Surya, Rabu (1/11/2017).

 

 

 

 

 

SUMBER:

Written by 

Related posts

Leave a Comment