Search

Kian Terpuruk, Laga Kontra PSG Jadi Ultimatum Terakhir Zidane di Real Madrid

Kian Terpuruk, Laga Kontra PSG Jadi Ultimatum Terakhir Zidane di Real Madrid

BABEBOLA – Bak jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib Real Madrid di musim 2017/2018 ini.

Terseok-seok di La Liga dan hampir pasti tersisih dari kompetisi menjungkalkan Barcelona di puncak, Los Blancos kembali menelan pil pahit.

Hal ini terjadi pasca tersingkirnya tim mereka di Copa del Rey oleh klub semenjana Leganes.

Dikalahkan 1-2 di kandang sendiri, Real Madrid tersingkir di perempatfinal Copa Del Rey dengan agregat 2-2 kalah gol tandang.

Hasil ini  membuat posisi Zinedine Zidane sebagai pelatih Real Madrid kian runyam.

Namun, hasil buruk ini belum jadi alasan kuat bagi pemecatan Zidane oleh pihak manajemen.

Ultimatum akhir dari pihak manajemen kemungkinan akan dilayangkan apabila Madrid tak sukses di eropa.

Ya, satu-satunya harapan bagi Zidane untuk bertahan adalah memastikan diri melangkah ke perempatfinal Liga Champions dengan menaklukkan Paris Saint-Germain di babak 16 besar

Laga berat ini sendiri terjadi karena dalam fase grup Liga Champions sebelumnya, Madrid hanya mampu jadi runner-up di belakang Tottenham Hotspurs.

Hasil ini tentu saja dianggap cukup miris mengingat selama 2 musim terakhir Madrid selalu tampil trengginas di fase grup.

Hal ini diakui Zidane dalam konferensi pers setelah Madrid dibekap Leganes 2-1.

Ditanya apakah dirinya berpotensi lengser jika gagal melewati PSG pada bulan depan, Zidane menjawab, “Tentu saja. Itu sangat jelas. Saya yang bertanggung jawab, karena saya pelatihnya.”

“Saya harus menemukan solusi-solusi (untuk masalah Madrid). Kami berhasil mengatasi beberapa masalah hanya saja kami kurang konsisten dalam melakukannya.”

“Saya akan bertanggungjawab dan saya akan selalu berjuang” Ujar pelatih yang juga memiliki darah Aljazair tersebut.

Bila menilik secara statistik, musim ini Madrid sudah menang 22 kali dari 36 pertandingan.

Dengan kata lain, persentase kemenangan mereka berada di angka 60 persen.

Sebagai perbandingan, musim lalu skuat asuhan Zidane mampu mengukir persentase kemenangan sebesar 74 persen dari hasil 65 kemenangan dalam 88 partai.

Tak salah rasanya jika menyebut Los Blancos saat ini sedang berada dalam masa krisis.

Meski begitu, Di luar penurunan performa, kontribusi Zidane untuk Madrid tak dapat dikesampingkan.

Selama dua tahun dan 21 hari menjabat di Santiago Bernabeu, ia sudah memberikan total delapan gelar juara, termasuk dua Liga Champions yang didapat secara beruntun.

Written by 

Related posts

Leave a Comment