Search

Komplotan Penipu Bermodus Pinjamkan Uang Ratusan Miliar Diringkus Polisi

BABEBOLA — Jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus komplotan penipu dengan modus pinjaman uang ratusan miliar.

Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, komplotan ini mengincar korban dari kalangan pengusaha yang butuh modal besar. Mereka telah menipu seorang pengusaha perkebunan sawit di Jambi berinisial V.

“V adalah pengusaha perkebunan sawit di Jambi, yang membutuhkan uang sebesar Rp 500 miliar rupiah,” ujar Ade di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2018).

Jajaran Resmob menangkap enam tersangka, yakni AW alias A, AR alias I, JW alias T, MA alias U, HB alias W alias H, dan MA alias H.

Otak penipuan adalah AW. Sedangkan AR berperan mencari ‘mangsa’ untuk dijadikan korban.

Korban mempunyai proyek perkebunan sawit di Jambi dan butuh tambahan modal besar, bersamaan dengan itu tersangka AR menawarkan jasa yang bisa mencarikan pemodal dan disepakati korban.

Pada 30 Oktober 2017 keduanya sepakat untuk bertemu di salah satu apartemen di Kawasan Jakarta Selatan untuk dipertemukan dengan pemodal atau bosnya tidak lain adalah tersangka AW.

Dalam pertemuan itu tersangka JW dan HB ikut hadir mengaku sebagai asisten pribadi AW yang bertugas mengolah data.

AW kepada korban menyakinkan dengan mengatakan sedang fokus memberikan dana untuk perkebunan dengan syarat pengembalian 15 sampai 20 tahun dan pinjaman dikenakan bunga 15 persen pertahun namun bunga tahun pertama wajib dibayar dimuka.

Pertemuan berlanjut di Stasiun Gambir Jakarta Pusat di depan minimarket antara korban dan JW untuk menyerahkan surat pengajuan pinjaman pada Rabu (8/10/2017).

Hingga pada (13/12/2017) korban dan saksi bertemu dengan tersangka AW, HB, dan JW sehari sebelum transaksi uang dilakukan.

“Korban meminta temannya memegang uang USD 368.000 atau setara Rp 5 miliar sebagai bunga 1 persen yang telah disepakati dan diperlihatkan kepada tersangka,” ujar Ade.

Kamis (14/12/2017) korban dan rekannya menuju kawasan Pondok Indah untuk bertemu pelaku.

Namun, rekan korban ditinggal disalah satu kedai kopi sementara korban diajak pelaku untuk mengambil sisa koper di Cijantung, Jakarta Timur.

“AW dan korban pergi ke Cijantung. Sedangkan teman korban beserta uangnya masih di Jakarta Selatan. Tapi, ditengah perjalanan, korban berhenti di salah satu tempat makan dan diminta memberikan SIM A,” ujar Ade.

Korban ditinggal AW dengan dalih akan pergi sebentar karena ada urusan. Ternyata AW menemui teman korban dan mengatakan sudah mendapat persetujuan untuk mengambil uang yang merupakan bunga awal.

Pelaku menunjukan bukti berupa fotokopi SIM A sebagai bukti proses dan jaminan sudah selesai, sehingga korban rekan korban percaya dan menyerahkan uang.

Hingga akhirnya nomer pelaku sudah tidak bisa dihubungi dan korban baru tersadar telah menjadi korban penipuan sehingga melaporkan ke polisi. Pelaku akhirnya berhasil dibekuk secara terpisah dilokasi berbeda-beda.

Tersangka AR dan MA ditangkap pada Kamis (28/12/2017) di Teluk Kuantan, Riau, Sumatera.

Pada Jumat (29/12/2017) tersangka AW ditangkap disebuah Villa kawasan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

Tersangka JW ditangkap di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12/2017).

Sedangkan tersangka MA ditangkap dikawasan Tangerang, Banten pada Rabu (13/1/2018). Dan terahir tersangka HB ditangkap pada Rabu (10/1/2018) di Daerah Guci, Jawa Tengah.

“Para tersangka dikenakan Pasal 378 dan atau 372 KUHP dan 480 KUHP, ancaman hukuman 4 tahun penjara,” ujar Ade.

Written by 

Related posts

Leave a Comment