Search

Korban Tewas dari Bentrokan Aparat Israel dan Warga Palestina Capai 2 Orang

BABEBOLA – Korban bentrokan aparat keamanan Israeldengan warga Palestina yang berlangsung sejak Kamis (7/12/2017) bertambah.

Dilaporkan kantor berita AFP Sabtu (9/12/20170, warga Palestina yang tewas kini mencapai dua orang.

Itu setelah seorang pria berusia 54 tahun meninggal akibat terluka saat berunjuk rasa di Jalur Gaza Jumat (8/12/2017).

Sebelumnya, pria 30 tahun bernama Mahmoud al-Masri tewas tertembak ketika kerusuhan pecah di Khan Younes, sebelah selatan Jalur Gaza.

“Aparat keamanan Israel terpaksa menembak orang itu karena dianggap sebagai penghasut utama kerusuhan,” demikian keterangan dari Kementerian Kesehatan Gaza.

Sementara Bulan Sabit Merah, dikutip Al Jazeera dalam pernyataan resmi berujar, sebanyak 767 orang terluka dalam bentrok kontra polisi dan militer Israel.

Korban yang terluka dirawat di rumah sakit di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

 Rakyat Palestina menggelar demonstrasi “Hari Kemurkaan” sebagai reaksi terhadap pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Faksi Hamas melalui pemimpinnya, Ismail Haniya, telah menyerukan agar Palestina melakukan Infitada baru.

Sayap militer Hamas, Brigade Qassam, menanggapinya dengan melakukan parade militer dimana pria bertopeng mengenakan seragam dan menenteng amunisi dan senjata.

Brigade itu membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap tindakan AS yang dianggap menghancurkan proses perundingan damai di antara Israel dan Palestina.

“Kami memanggil dunia agar memboikot AS dan Israel, serta meminta agar negara Arab menanggapi pengakuan ini sebagai isu yang sangat serius,” ujar Fathi Hammad, anggota biro politik Hamas.

Hammad juga meminta agar seluruh orang Palestina yang bermukim di luar negeri untuk kembali, dan memperjuangkan harga diri bangsanya.

 

 

Sumber:

Written by 

Related posts

Leave a Comment