Search

Korupsi di Indonesia Berkaitan Dengan Institusi dan Budaya

BABEBOLA – Korupsi di Indonesia terjadi rupanya berkaitan dengan institusi dan budaya sehingga berdampak pada mental dan kelakuan.

Seorang penulis buku ‘Korupsi Dalam Silang Sejarah Indonesia, Dari Deandels Sampai Era Reformasi’ Peter Carey mengatakan dampak pada mental dan kelakuan bisa dilihat dari berbagai permasalahan universitas di Indonesia.

Analisis Peter didasaran pada data bahwa 91% orang yang mengajar di unviversitas adalah berstatus PNS.

Itu berarti mereka dididik untuk menjalankan tugas birokrasi.

Padahal tugas akademis seharusnya tidak birokratis.

Apa yang kita alami di sini seperti pendidikan zaman Belanda (OSVIA), sekolah pamong praja pribumi di periode kolonial.

“Hubungan yang saya jelaskan antara PNS dan universitas cukup memberikan efek pada output akademis dari unversitas karena banyak orang yang berada di dihasilkan dari proses ini,” kata Peter Carey, di Cemara 6 Galeri, Menteng, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Tujuan akademis sebenarnya adalah mempertanyakan segalanya, untuk memberikan input pada kebijakan publik (intelektual publik).

Akademisi harus meragukan segalanya, atau tidak mudah percaya pada suatu fenomena.

Menurut Peter, kaitan antara PNS, akademisi dan universitas seperti aroma kematian karena kalau Anda menjadi PNS, Anda tidak akan melakukan research and development atau penelitian dan pembangunan.

“Karena Anda hanya menjalankan tugas-tugas birokrasi semata. Atau orang melakukan penelitian hanya pada bidang-bidang yang pemerintah mau mendengarkannya,” kata Peter.

Selain itu di universitas, korupsi terjadi karena lembaga tidak membayar orang dengan pantas.

Peneliti kemudian ikut proyek pemerintah dan swasta.

Proyek itu sebenarnya tidak masaah. Namun kalau semua mereka fokus ke proyek, mereka akan melupakan riset dan penelitian.

“Mereka tidak mengajar karena sibuk melakukan penelitian itu fatal untuk fatal untuk bidang riset karena orang sibuk proyek yang membawa uang tapi tidak berpengaruh pada perspektif berpikir,” kata Peter.

 

 

 

 

SUMBER

Written by 

Related posts

Leave a Comment