Search

Masuk Ranah Perdata, Penyidikan Kasus Penipuan Ahmad Dhani Dihentikan

SURABAYA – Penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret musisi Ahmad Dhani akhirnya dihentikan oleh Polda Jatim. Pasalnya, setelah dimintai keterangan kedua belah pihak, kasus tersebut masuk dalam ranah perdata bukan pidana.

Kasus ini mencuat usai seorang pengusaha asal Sidoarjo Jaeni Ilyas (57) melaporkan musisi Ahmad Dhani Prasetyo ke Polda Jatim pada September 2018. Suami dari Mulan Jameela ini diduga telah melakukan penipuan dan atau penggelapan terhadap pelapor.

Ini berawal ketika Jaeni bersama terlapor dan Edy Rumpoko (mantan Walikota Batu) mengadakan pertemuan di rumah dinas Walikota Batu pada 4 Mei 2016. Selanjutnya, dalam pertemuan itu terlapor menceritakan sedang menggarap proyek villa dari group Singashari di Batu.

 

Ahmad Dhani

Kemudian terlapor menawarkan bantuan modal pada Jaeni sebesar Rp400 juta dengan keuntungan 5%, dan akan dikembalikan selama 1 bulan. Sehingga korban mentransfer sebanyak dua kali dengan nilai total Rp400 juta. Namun hingga sekarang terlapor hanya mengembalikan Rp200 juta.

Sementara sisanya beserta nilai keuntungan belum diberikan oleh terlapor. Lalu melalui kuasa hukumnya Jaeni mengirimkan somasi 2 kali dengan tanggapan terlapor akan mengangsur Rp10 juta, tapi hingga sekarang tidak terealisasi. Merasa dirugikan akhirnya Jaeni melalui kuasa hukumnya melaporkan kasus tersebut ke polda Jatim.

“Masalah itu (kasus dugaan penipuan Ahmad Dhani) kita SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), karena penyidik menyimpulkan ini masalah perdata dan tidak masuk pidana,” terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Senin (26/11/2018).

Menurut Barung, SP3 dikeluarkan setelah penyidik memeriksa Ahmad Dhani pada Oktober 2018. Penyidik juga sudah memintai keterangan pelapor yang melaporkan Dhani ke Polda Jatim pada September 2018.

Artikel Asli

 

Written by 

Related posts

Leave a Comment