Search

MotoGP: Mantan Juara Dunia Superbike Kagumi Dovizioso

BABEBOLA.COM-Neil Hodgson menilai duel Marc Marquez dan Andrea Dovizioso di Sirkuit Losail seperti menandai persaingan perburuan gelar juara MotoGP musim ini. “Marquez dan Dovi sepertinya sudah memulai pertarungan kejuaraan sekarang,” kata mantan juara dunia superbike tersebut seperti dikutip dari MCN, Sabtu (24/3/2018).

Bukan meremehkan pembalap lain, tapi Hodgson menyebut Marquez dan Dovizioso sudah membuktikan ambisi besar di seri pembuka MotoGP di Qatar. “Ketika Anda melihat apa yang terjadi selama akhir pekan balapan, Marquez dan Dovizioso harus menjadi dua utama,” ucap Hodgson.

Pada balapan Minggu (18/3/2018) lalu, Dovizioso mengalahkan Marquez dengan jarak yang terpaut tipis, yakni unggul 0,027 detik. Hodgson menilai pertarungan keduanya akan berlanjut sepanjang musim ini.

Tapi, yang paling mengejutkan Hodgson adalah penampilan Dovizioso. Pembalap berjuluk Little Dragon itu untuk kali ketiga mempermalukan Marquez pada tikungan terakhir di MotoGP.

“Cara saya melihatnya, Dovi memiliki keuntungan, mungkin 0,1 detik sepanjang akhir pekan. Itu berarti Marc harus benar-benar berada di batas untuk bisa mengalahkannya, dan tak ada pembalap lain yang saya tahu mampu melakukannya,” kata komentator di BT Sport itu.

MotoGP Argentina

Pembalap Ducati Andrea Dovizioso beradu cepat dengan pembalap Marc Marquez saat balapan MotoGP Qatar 2018 di Sirkuit Internasional Losail (18/3). Hingga putaran terakhir Dovizioso harus bersaing ketat dengan Marc Marquez. (AFP Photo/Karim Jaafar)

Menurut Hodgson, kecepatan Dovizioso tidak terlalu berbeda dengan pembalap lain. “Tetapi, saya tidak percaya Dovi bisa lolos lagi dengan Marc! Kapan kita akan melihat mereka melakukannya lagi?” ucapnya.

Hodgson berharap dapat melihat persaingan Dovizioso dengan Marquez pada MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, 8 April mendatang. “Dovi memiliki banyak nasib buruk di Argentina dan treknya dinilai sangat cocok untuk Marc, tapi saya tahu Ducati lebih kuat tahun ini,” ucapnya.

“Jadi tidak ada salahnya untuk berpikir tikungan terakhir di Termas dan itu adil untuk mengharapkan kejadian serupa terulang di sana,” tukas Hodgson.

 

Sumber : Liputan6.com

Written by 

Related posts

Leave a Comment