Jakarta – Sempat terpuruk, Nokia perlahan mulai bangkit kembali. Sejak dipegang HMD Global, merek ponsel asal Finlandia itu mulai memperlihatkan tajinya kembali.

Setidaknya itu berdasarkan data pengapalan yang baru dirilis Counterpoint.

NOKIA MULAI MEMPERLIHATKAN TAJI
NOKIA MULAI MEMPERLIHATKAN TAJI

Berdasarkan laporan Counterpoint, Samsung masih menjadi raja ponsel dunia. Vendor asal Korea Selatan itu mengapalkan setidaknya 71,6 juta ponsel ke seluruh dunia.

Hanya saja bila dibanding tahun lalu, pengapalan Samsung turun 11%. Di periode yang sama tahun lalu, mereka berhasil mengirimkan 80,4 juta unit ponsel.

Ditempat kedua ada Huawei. Vendor asal China ini berhasil menyalip posisi Apple. Huawei mengapalkan 54,2 juta ponsel ke seluruh dunia, naik 41% dari tahun lalu. Sementara Apple hanya mengirimkan 41,3 juta iPhone, naik 1%.

Lalu ada Xiaomi dengan pengapalan 33 juta unit ponsel, naik 43% dari tahun sebelumnya. Diikuti Oppo yang mengirimkan 29,6 juta ponsel ke seluruh dunia, turun 3% dari kuartal kedua 2017.

Nah yang paling mengejutkan HMD Global. Mereka mengalami pertumbuhan hingga 782%. Sepanjang kuartal kedua 2018, ponsel Nokiayang mereka kapalkan mencapai 4,5 juta unit. Di periode yang sama di tahun 2017, ponsel Nokia yang dikapalkan hanya 500 ribu unit saja.

Kondisi ini membuat HMD Global mengalami peningkatan dalam pangsa pasarnya. Bila tahun lalu 0%, kini mereka menguasai 1% market share ponsel global, demikian dilansir dari Gizchina, Jumat (3/8/2018).

Angka yang masih kecil memang. Tapi mengingat respon positif yang diberikan pasar, tak menutup kemungkinan grafik pertumbuhan HMD akan terus menanjak dan membuat market share mereka perlahan meningkat lagi.

Namun apakah mereka mampu menjadi Nokia sebagai raja ponsel kembali? Bukan tidak mungkin, tapi waktulah yang akan menjawab.