Search

Partai Komunis Tiongkok: Presiden Xi Jinping yang Akan Selamatkan Anda, Bukan Yesus

BabeBola.com Beijing, Partai Komunis tengah gencar melancarkan propagandanya, yang menargetkan umat Kristen di sebuah pedesaan miskin di Tiongkok.

Ribuan warga di desa berpenduduk mayoritas Kristen, Yugan, Provinsi Jiangxi, diminta pejabat pemerintah setempat untuk tidak lagi percaya pada Yesus Kristus.

Sebaliknya, mereka diminta untuk menggantungkan harapan mereka pada pemerintah dan Partai Komunis.

Untuk itu, warga setempat diimbau untuk mencabut segala atribut keagamaan di rumah mereka, seperti gambar Yesus, simbol salib, dan ayat-ayat Alkitab.

Sebagai gantinya, warga diminta untuk memasang gambar wajah Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Ini merupakan upaya dari Partai Komunis untuk mengalahkan pengaruh ajaran agama yang telah menyebar luas di kalangan masyarakat pedesaan miskin di Tiongkok.

Dalam upaya propaganda ini, para kader Partai Komunis mendatangi rumah-rumah keluarga miskin tersebut sambil mempromosikan program-program partai dalam mengentaskan kemiskinan.

Upaya para kader tersebut kemudian dikatakan cukup sukses “meluluhkan hati para penganut agama itu” dan “mengubah kepercayaan mereka”.

Sejauh ini, sudah ada 624 atribut keagamaan yang dicabut dari rumah-rumah warga Yugan dan diganti dengan 453 poster bergambar wajah Xi, atas kesediaan para warga.

Seorang pimpinan kongres setempat yang bertanggungjawab atas program propaganda di daerah tersebut, Qi Yan, mengatakan bahwa program itu sudah dimulai sejak Maret.

Menurut Qi, program itu memang difokuskan untuk mempengaruhi umat Kristen di Yugan soal upaya partai dan Xi untuk memperbaiki nasib mereka.

“Banyak keluarga di sini yang jatuh miskin karena penyakit yang diderita anggota keluarga mereka. Mereka kemudian lari pada Yesus untuk menyembuhkan penyakit mereka,” jelas Qi.

“Tapi kami berusaha mengatakan pada mereka bahwa penyakit itu adalah masalah fisik dan satu-satunya yang dapat menyelamatkan mereka adalah Partai Komunis serta Presiden Xi,” ujarnya.

Qi mengatakan, Huangjinbu, daerah di mana desa Yugan berada, menjadi rumah bagi sekitar 5.000-6.000 keluarga Kristen, atau sekitar sepertiga bagian dari total keseluruhan penduduk Tiongkok.

“Mereka pikir Tuhan adalah penyelamat mereka. Setelah para kader datang, barulah mereka sadar bahwa mereka seharusnya jangan lagi bergantung pada Yesus, tapi pada partai,” lanjut Qi.

Namun, Qi membantah bahwa apa yang dikampanyekan partainya menutup kemungkinan bagi warga untuk tetap menganut ajaran agama yang diyakininya.

“Kami hanya meminta mereka untuk mencabut atribut keagamaan di ruangan utama rumah, mereka boleh memasangnya di ruangan lain,” kata Qi.

“Mereka juga masih berhak atas kebebasan memeluk agama, tapi (kami harap) kepercayaan pada Partai Komunis itu masih ada,” sambungnya.

Di bawah pemerintahan Xi, Partai Komunis semakin menekan kebebasan beragama di Tiongkok, mulai dari melarang pemasangan simbol salib di gereja, sampai membatasi muslim untuk beribadah.

Hukum konstitusi Tiongkok memang melindungi kebebasan warga untuk memeluk agama, namun banyak tempat ibadah di negara itu dikontrol ketat oleh pemerintah dan tak segan ditutup jika dianggap mengancam dogma yang berlaku.

 

 

 

 

 

SUMBER

Written by 

Related posts

Leave a Comment