Search

Pebulu Tangkis Asal Wonogiri Kalahkan Pemain Nomor 2 Dunia

Pebulu Tangkis Asal Wonogiri Kalahkan Pemain Nomor 2 Dunia

Jakarta – Penampilan luar biasa ditunjukkan oleh Gregoria Mariska Tunjung.

Pebulu tangkis asal Wonogiri ini berhasl mengalahkan Akane Yamaguchi (Jepang) pada laga semifinal cabang olahraga bulu tangkis beregu putri Asian Games 2018.

Padahal Akane sendiri merupakan pemain tunggal putri peringkat ke-2 dunia.

Tribunstyle melansir dari Bolasport.com, dara kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, itu berhasil menorehkan kemenangan rubber game dengan kedudukan 21-16, 9-21, dan 21-18.

Lantas siapa sih sebenarnya sosok Gregoria Mariska Tunjung ini?

Tribunstyle melansir dari berbagai sumber, simak ulasannya di bawah ini.

1. Usia Masih 19 Tahun

Gregoria lahir di Wonogiri, 11 Agustus 1999.

Di usianya yang masih sangat muda, Dirinya telah berhasil mencetak sejarah sebagai juara tunggal putri Kejuaraan Dunia Junior 2017.
2. Hidup mandiri sejak kelas 4 SD

Di balik kesuksesannya ini, Gregoria menyimpan cerita haru.

Ternyata dirinya menjalani kehidupan jarak jauh dengan kedua orangtuanya sejak kelas 4 SD.

Orangtua Gregoria menetap di Wonogiri, sedangkan dirinya di Bandung.

Grego bergabung dengan PB Mutiara Cardinal Bandung sejak tahun 2009.

Sejak saat itu, dia harus menetap di Bandung dan tinggal di asrama klub tersebut.

Walau kondisinya lemah, tapi Gregoria masih sanggup mengalahkan Wang.

BACA JUGA : Jika Ahli Elektronik Ini Benar Bergabung, Rossi Senyum

3. Orangtua ‘dilarang’ tonton Gregoria tanding

Gregoria mengaku orangtuanya sering menontonnya bertanding.

Lucunya, dia malah berharap orangtuanya tidak menonton.

Kalau nonton aku main, jangan sampai aku lihat,” akunya pada Tribunjogja.com.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai alasannya, Grego mengaku tidak memiliki alasan khusus.

4. Bukan penikmat durian dan jengkol

Sambil menyantap soto dan sate ayam di Food Court BWF World Junior Championships 2017, Gregoria mengatakan ada dua makanan yang tidak disukainya, yaitu durian dan jengkol.

Aku nggak suka, tapi kalau dikasih ya mau. Tapi sebenarnya tidak suka,” ungkapnya polos.

5. Alami kram usai kalahkan Akane

Seusai pertandingan melawan Akane, beberapa awak media bergegas menuju area mixed zone untuk mewawancarai Gregoria.

Namun setelah ditunggu selama 10 menit, dara asal Wonogiri ini tak kunjung muncul.

Pebulu tangkis yang terlihat di area mixed zone hanya Akane Yamaguchi dan Ratchanok Intanon (Thailand) yang baru sama-sama menyelesaikan pertandingan.

Para awak media awalnya menyangka ada sesi perayaan khusus yang dilakukan Gregoria bersama para pejabat Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).

Akan tetapi, anggapan itu salah karena Gregoria ternyata mengalami semacam kram sehingga tak bisa menjalani sesi wawancara.

Tim Bolasport.com sempat mendapatkan foto Gregoria saat menjalani perawatan khusus di ruang atlet.

Gregoria Mariska saat mendapatkan perawatan khusus seusai menjalani pertandingan beregu putri pertama Asian Games 2018, Selasa (21/8/2018).(KOMPAS.com/NUGYASA LAKSAMANA) ()

Pemain 19 tahun itu terlihat lelah.

Kakinya langsung dipijat dan dikompres menggunakan es batu sebagai penanganan awal.

Sumber:

Written by 

Related posts

Leave a Comment