Search

Pengakuan Mengejutkan Anggota ISIS Asal Inggris: Selama Di Suriah Hanya Main PlayStation

BabeBola.com – London, Pengakuan mengejutkan diungkapkan seorang warga Inggris yang sempat bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Ia mengklaim selama di Suriah dirinya belum pernah membunuh seorang pun.

Bahkan, kata pria bernama Shabazz Suleman itu, mengaku lebih banyak menghabiskan waktunya bermain PlayStation dan berkeliling naik sepeda saat berada di kota Raqqa.

Shabazz, pria asal Wycombe, Inggris itu ditangkap anggota Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di perbatasan Turki saat berusaha melarikan diri dua pekan lalu.

Pria 22 tahun itu mengatakan, dia terlalu lugu saat memutuskan bergabung dengan ISIS tiga tahun lalu.

Kala itu dia melintasi perbatasan Suriah ketika sedang berlibur di Turki.

Meski tiga tahun berada di Suriah, kepada Sky News Shabazz mengklaim dia bukanlah penjahat apalagi teroris.

“Saya bertanggung jawab. Saya memang bergabung dengan ISIS, saya memang bersama organisasi teroris itu tetapi saya tidak pernah membunuh orang,” kata Shabazz.

“Saya memang membawa senapan AK-47 dan mengenakan seragam militer, tetapi saya belum pernah menembak orang,” tambah dia.

Shabazz mengatakan, dia memutuskan bergabung dengan ISIS setelah organisasi itu mendeklarasikan sebuah kekalifahan di Suriah dan Irak.

“Saya bergabung bukan karena ingin membunuh atau memenggal kepala orang lain, yang saya inginkan adalah membela warga Suriah,” ujarnya.

Dia menambahkan, tujuannya bergabung dengan ISIS bukan benar-benar ingin bertempur tetapi bagaimanapun dia pernah berada di garis depan tepatnya di perbatasan Suriah-Irak.

Shabazz mengklaim, saat pertempuran berkecamuk di Raqqa, dia mengaku hanya bersantai dan bermain PlayStation dengan warga sipil kota itu.

Dia juga berkeliling kota naik sepeda motor dan mencoba menjalani kehidupan normal di dalam wilayah yang diduduki ISIS.

“Saya tidak ikut bertempur. Saya pada dasarnya adalah pasukan cadangan,” tambah dia.

Meski demikian, Shabazz pasrah jika tak ada yang memercayai kisahnya itu karena dianggap sebuah pengakuan yang aneh.

“Saya ingin menulis sebuah buku soal ISIS,” kata dia.

Shabazz mengatakan, jika pemerintah Inggris menjeratnya dengan dakwaan hukum, dia berharap hanya akan menjalani hukuman dalam waktu singkat.

“Saya ingin kembali ke kehidupan lama saya dan belajar politik,” kata dia.

Ini bukan kali pertama anggota ISIS yang tertangkap kemudian mengaku tak pernah terlibat dengan kebrutalan yang dilakukan kelompok itu.

Pada Juli lalu, Harry Sarfo, mantan tukang pos di London yang bergabung dengan ISIS pada 2015, mengaku tak melakukan pembunuhan selama berada di Suriah.

Namun kemudian dia didakwa terlibat dalam eksekusi enam tahanan yang ditembak mati di hadapan publik kota Raqqa.

Irak biasanya menjatuhkan hukuman mati bagi warga asing yang menjadi anggota ISIS, sementara jika pulang ke negara asalnya mereka juga akan menghadapi tuntutan hukum.

 

 

 

 

 

SUMBER

Written by 

Related posts

Leave a Comment