Search

Pengamat: Sudah Waktunya Golkar Tunjuk Pengganti Setya Novanto

BabeBola.com – Suara partai Golkar bisa tergerus dalam pesat politik Pilkada Serentak 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019 ketika Ketua Umum Golkar Setya Novanto kembali berstatus tersangka.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, mengatakan Setya Novanto tidak akan fokus secara penuh memimpin Partai Golkar.

“Artinya Setya Novanto akan lebih berkontrasi, terfokus menghadapi kasus e-KTP yang kembali menjeratnya di KPK,” ujar Emrus Sihombing kepada Tribunnews.com, Minggu (12/11/2017).

Emrus Sihombing pun yakin KPK kali ini lebih hati-hati dalam menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka untuk kedua kalinya.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, KPK kalah menghadapi praperadilan yang diajukan Setya Novanto terkait penetapan tersangka dirinya.

Karena itu, Emrus Sihombing yakin meskipun kembali akan dilawan lewat Praperadilan, sangat kecil bagi Setya Novanto akan kembali memenangi upaya hukum tersebut.

Karenanya Setya Novanto tidak akanb lagi secara full time menakhodai Golkar.

Untuk itu menurutnya, Golkar harus menunjuk pengganti Setya Novanto sebagai pemimpin kapal besar partai berlambang beringin ini untuk menghadapi Pilkada 2018 dan pesta politik 2019 mendatang.

Atau, imbuhnya, tidak tertutup kemungkinan digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) secepatnya agar soliditas partai tetap terjaga menjelang hajatan politik 2018 dan 2019 mendatang.

“Golkar itu Partai besar, dimana dalam memimpin partai yang sebesar itu tidak bisa disambi,” katanya.

Untuk itu, sekarang saatnya Golkar melakukan dialektika politik di internalnya.

“Entah itu menunjuk pelaksana tugas sementara atau tidak tertutup kemungkinan digelar Munaslub yang diselenggarakan dengan secepat mungkin,” ujar Emrus Sihombing.

Begitu pula terhadap Setya Novanto, menurutnya harus legowo demi kepentingan partai mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar untuk bisa fokus menghadapi kasus hukumnya di KPK.

“Saatnya Novanto bersikap legowo, demi kepentingan partai Golkar. Jangan terus melakukan manuver, sebab dia sudah mendapatkan keutungan sebagai Ketua Umum DPP Golkar dan Ketua DPR RI,” katanya.

Golkar Tetap Solid

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Idrus Marham memastikan Partai Golkar akan tetap solid pasca penetapan Ketua Umum Setya Novanto sebagai tersangka untuk kedua kali dalam kasus korupsi e-KTP.

Pasalnya, penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kembali menimbulkan gejolak di internal Partai Golkar.

Bahkan, ada pendapat dari sejumlah pihak menyuarakan Setya Novanto untuk mundur dari ketua umum dan fokus terhadap proses hukum.

“Gonjang-ganjing ada, (Partai Golkar) tetap solid Insya Allah akan tetap melaksakan kegiatan-kegiatan partai,” ucap Idrus Marham di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (12/11/2017).

Selain itu, Idrus mengaku telah mendatangi rumah Setya Novanto.

Saat berada dirumah Setya Novanto, Idrus mengatakan DPD Partai Golkar langsung menghubunginnya untuk memastikan bahwa DPD akan tetap mendukung Setya Novanto.

“DPD Provinsi se-Indonesia sebagian besar kontak saya, dia menyatakan memberikan dukungan sepenuhnya kepada kepemimpian (Setya Novanto). Yang paling penting menyatakan akan tetap solid karena kekuatan Golkar ada pada soliditas itu,” kata Idrus Marham.

 

 

 

 

 

SUMBER

Written by 

Related posts

Leave a Comment