Search

Politikus PDI Perjuangan Apresiasi TNI-Polri Berhasil Bebaskan 1.300 Sandera di Papua

BABEBOLA Jakarta, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan‎ Charles Honoris mengapresiasi keberhasilan sinergi TNI-Polri yang berhasil membebaskan sekitar 1.300 sandera dari kelompok bersenjata di Papua.

“Ini adalah bentuk kerjasama kelas satu yang telah menyelamatkan nyawa ratusan anak bangsa,” kata Charles kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/11/2017).

Aksi heroik itu dilakukan setelah TNI AD dari satuan Kopasus dan Raider berhasil memukul mundur kelompok teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Desa Kimbely dan Desa Banti, Mimika, Papua.

“Di bawah Pemerintahan Presiden Jokowi TNI dan Polri bisa melakukan kerja-kerja bersama yang baik dan mencapai banyak hasil terutama dalam operasi pengamanan dan menjaga kedaulatan negara,” katanya.

Anggota Komisi I DPR RI ini hanya berharap soliditas antara dua lembaga penegak hukum ini bisa terus berlanjut.

“Rakyat Indonesia tentunya mengharapkan soliditas dan sinergi TNI-Polri bisa terus berjalan dengan baik. Soliditas kedua institusi ini yang akan menjamin Indonesia aman,” katanya.

Diberitakan sebelumnyan aparat TNI dan Polri mengevakuasi warga yang terisolasi di Kampung Kimberly, Banti dan Utikini, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika yang selama ini dikuasai kelompok kriminal bersenjata, Jumat (17/11/2017) sekitar pukul 11.00 WIT.

Evakuasi ini melibatkan 200 aparat TNI dan Polri yang dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol Noy Rafli Amar, Asops Kapolri Irjen Pol Iriawan dan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI George Enaldus Supit.

Sebanyak 344 orang warga yang dievakuasi terdiri dari 104 orang pria dewasa, 32 wanita dewasa dan 14 anak-anak yang berasal dari kampung kimberly.

Selanjutnya sebanyak 153 pria dewasa, 31 perempuan dewasa dan 10 anak-anak dari Kampung Banti dan Utikini. Masyarakat yang dievakuasi merupakan masyrakat non-Papua.

Sementara itu, masyarakat asli Papua yang lahir dan besar di Kampung Kimberly, Banti dan daerah longsoran, tidak bersedia dievakuasi. Namun, mereka meminta jaminan perlindungan dari aparat tersebut sampai situasi aman dan kondusif kembali.

 

 

 

 

 

SUMBER

Written by 

Related posts

Leave a Comment