Search

Presiden Trump Punya Pola Tidur Unik

Presiden AS Donald J. Trump tersenyum saat pidato kenegaraan di majelis Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Washington DC, Selasa (30/1/2018). (AFP/Win McNamee)

BABEBOLA – Para ahli setuju, durasi tidur paling singkat untuk manusia setidaknya tujuh jam setiap malam.

Bagi banyak orang, kurang tidur berdampak buruk pada kesehatan, seperti sakit kepala dan masalah pencernaan.

Namun faktanya, ada juga orang di dunia ini yang mampu tidur hanya dalam waktu 4-6 jam setiap hari. Pola seperti inilah yang disebut dengan “tidur pendek”.

Dan, salah satu orang yang memiliki pola tidur unik tersebut adalah Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Berdasarkan hasil laporan kesehatan tahunan, dokter pribadi presiden kontroversial ini melaporkan bahwa Trump hanya tidur 4-5 jam dalam semalam.

“Dia hanya salah satu dari orang-orang itu. Dia memang tidak memerlukan banyak tidur,” kata Dr. Ronny Jackson selaku dokter pribadi Presiden Trump.

Pada saat kampanye, suami Melania ini pernah berkata, dia memang tidak bisa tidur nyenyak. Saat itu Trump berkata, dia hanya tidur selama 3-4 jam setiap harinya.

Trump memang bukan satu-satunya orang yang memiliki pola tidur singkat seperti ini.

Orang-orang kelas atas seperti Indra Nooyi, CEO Pepsi dan mantan Presiden AS Barack Obama, hampir tidak pernah mendapati sebuah malam yang mereka bisa gunakan untuk tidur layaknya orang lain.

Fenomena seperti ini, dalam The Wall Street Journal disebut dengan “pola tidur elite”, di mana orang-orang dengan pola tidur singkat seperti ini hanya membutuhkan sedikit tidur setiap malamnya.

Ini berbeda dengan orang kebanyakan yang membutuhkan waktu tidur hingga delapan jam.

Para ilmuwan memperkirakan, orang dengan pola tidur unik tersebut hanya berjumlah sekitar satu persen dari seluruh populasi di dunia ini.

Belum diketahui apakah Trump termasuk dalam kelompok ini. Tapi, ada beberapa karakteristik yang dimiliki oleh orang dengan pola tidur pendek yang telah diidentifikasi.

Berikut ciri-ciri tersebut:

1. Cenderung lebih optimistis dan bersemangat daripada orang lain

2. Cenderung bangun pagi, bahkan pada hari libur atau akhir pekan.

3. Cenderung memiliki anggota keluarga yang juga memiliki pola tidur singkat. Karena tidur pendek dikaitkan dengan genetika, perilaku yang menyertainya sering terjadi dalam keluarga.

4. Cenderung aktif secara fisik.

5. Jika tidur lebih lama dari yang mereka butuhkan, mereka cenderung merasa pening.

6. Mereka cenderung menghindari kafein atau tidak membutuhkannya agar merasa berenergi.

Perilaku tidur ini masih merupakan bidang studi yang relatif baru, sehingga banyak yang belum diketahui tentang mereka yang memiliki pola tidur ini, dan genetika dalam tubuhnya.

Memiliki beberapa ciri di atas bukan berarti kita termasuk dalam kategori individu dengan pola tidur langka ini.

Sebaliknya, merasa tidak memiliki ciri-ciri tersebut bukan berati kita juga memiliki pola tidur normal.

Meskipun tidak memiliki efek kesehatan negatif yang nyata, pola tidur singkat dianggap sebagai bentuk gangguan tidur.

Banyak orang berpikir bahwa mereka bisa bertahan hanya dengan tidur empat jam tetapi kebanyakan dari mereka mungkin bukan orang yang benar-benar memiliki pola tidur singkat.

Bisa jadi, mereka memang hanya kurang tidur.

Written by 

Related posts

Leave a Comment