Search

Protes Netizen Terkait Mengemudi Sambil Merokok atau Dengarkan Musik akan Ditilang

BABEBOLA.NET – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi Arianto memimpin apel gelar Pasukan Keselamatan Jaya 2018, di lapangan Satlantas Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018).

Dalam apel tersebut, dirinya menyebut bahwa dalam operasi nanti pihaknya bakal menurunkan 2.704 personel.

Kasubdit BinGakkum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto yang turut hadir, menyebut operasi tersebut akan menyasar beberapa jenis pelanggaran. Salah satunya, yang menggunakan ponsel atau merokok sambil mengemudi.

“Kami sasar di antaranya melawan arus, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone, atau merokok saat mengemudi, pengendara belum cukup umur, hingga berboncengan lebih dari satu,” katanya.

Operasi tersebut akan dilaksanakan selama 21 hari sejak 5 Maret hingga 25 Maret mendatang. Namun, rencana penindakan tersebut mendapatkan aksi protes dari Komunitas Perokok Bijak.

Bahwa dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tidak mengatur pelarangan merokok sambil mengemudi.

Komunitas tersebut mengirimkan Surat Terbuka terhadap Wakapolda Polda Metro Jaya, Brigjen Purwadi Arianto. Inilah isi surat terbuka tersebut.

Kepada
Wakapolda Metro Jaya

Tembusan :
Presiden Republik Indonesia
Komisi Kepolisian Nasional
Kepala Kepolisian Republik Indonesia
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya

Dengan Hormat.

Terkait dengan 2.704 personel polisi bakal mengicar pengemudi mobil yang menggunakan ponsel dan merokok, yang dikatakan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi Arianto saat Apel Gelar Pasukan Keselamatan Jaya 2018 di lapangan Satlantas Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018), Kami Komunitas Perokok Bijak sangat mendukung Penegakan aturan tertib berkendara.

Saat Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan merokok dan mendengarkan musik (pakai headset) sambil berkendara berpotensi mengurangi konsentrasi dalam berkendara. Kurangnya konsentrasipengemudi dalam berkendara ini menjadi salah satu faktor kecelakaan yang sering dijumpai polisi.

“Hilang konsentrasi saat berkendara itu tidak hanya dalam kondisi mabuk, tetapi juga merokok dan mendengarkan musik pakai headset juga bisa mengurangi konsentrasi berkendara,” Katanya.

Saat kami baca di media Budiyanto mengatakan merokokmenjadi salah satu pelanggaran dalam berlalu lintas sesuai dengan Pasal 106 ayat (1) UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggaran atas pasal tersebut bisa dipidana 3 bulan penjara atau denda maksimal Rp 750 ribu, Kami akhirnya harus belajar Perundang Undangan.

UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 (1) berbunyi : Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. Yang kemudian ditambah penjelasan Yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan.

POLISI JANGAN TIDAK PROFESIONAL

Kami sangat mendukung kerja Polisi sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Dalam hal mendukung kerja mewujudkan Polri yang profesional dan mandiri, maka kami sampaikan apa itu Profesinal.

Untuk menjadi seorang yang profesional setidaknya harus memiliki minimal 5 ciri berikut (1) Memiliki kemampuan dan pengetahuan yang tinggi (2) Memiliki kode etik, (3) Memiliki tanggung jawab profesi serta integritas yang tinggi, (4) Memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat (5) Memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan program kerja.

Dimana Profesionalitas seorang Polisi ketika dia melakukan tindakan yang bertentangan atau tidak diatur dalam peraturan perundangan ?. Tidak ada satu katapun dalam tubuh pasal 106 dan penjelasannya yang menyebut kata rokok, mengapa wakapolda menyebutkan tentang Merokok mengganggu konsentrasi.

Kalo Wakapolda berhak menterjemahkan sendiri pasal dalam UU, apakah ini sebuah profesionalitas ?. Karena bisa saja berkendara bersama pacar, makan atau minum sambil mengemudi adakan dimasukkan katagori mengurangi konsentrasi dan bisa ditindak baik didenda atau dipenjara.

Apakah Etis menterjemahkan UU yang sudah sangat jelas dan tegas dengan semaunya sendiri ? Dimana tanggungjawab profesi dan integritas seorang polisi yang bertugas penjaga keamanan, ketertiban dan penegakan hukum, ketika hukum tidak ditegakkan berdasarkan apa yang ada tetapi diterjemahkan sesuka hati. Polisi sedang mengabdi pada masyarakat banyak atau sedang mengabdi pada sekelompok orang yang anti rokok ? sungguh banyak pertanyaan yang kemudian timbul atas rencana perlakukan yang tidak etis, tidak elok dan tidak mendasar pada peraturan yang da terhadapap kami para perokok.

Bapak Presiden JOKOWI, Para anggota KOMPOLNAS, Bapak Kapolri TITO KARNVIAN dan Kapolda Metro Jaya IDHAM AZIZ. *Mohon ditinjau kembali rencana penindakan terhadap pengemudi dan pengendara kendaraan bermotor yang kedapatan merokok* saat mengemudi dan berkendara.

Salam Hormat Untuk para pejabat
Rokok Bukan Narkoba,
Merokok adalah tindakan legal

Jakarta, 02 Maret 2018
Suryokoco Suryoputro
Ketua Komunitas Perokok Bijak
Cerahkan harimu.

Written by 

Related posts

Leave a Comment