Search

PSM Makassar Pasrah Tunggu Sanksi PSSI

BABEBOLA– Manajemen PSM Makassar meminta maaf atas insiden pelemparan yang dikakukan suporter timnya saat menjamu Bali United pada pekan ke-33 Liga 1 2017 di Stadion Mattoanging, Makassar, Senin (6/11/2017) malam.

Laga berakhir rusuh setelah sejumlah oknum suporter tidak puas dengan kekalahan 0-1. Juga terprovokasi atas salah satu pemain Bali United I Gede Sukadana.

Menurut laporan laman resmi Liga-Indonesia, pertandingan terpaksa dihentikan wasit Murzabekof Eldos sesaat setelah gawang Rivky Mokodompit diikoyak Stefano Lilypaly di menit kelima masa injury time (90+5).

Bagi PSM, kekalahan itu sekaligus menutup peluang menjadi juara lantaran tercecer di peringkat 3 dengan mengoleksi 62 angka dalam sisa satu laga. Sedangkan Bali United menguasai klasemen Liga 1 dengan 65 angka, unggul dua poin dari Bhayangkara FC yang dijamu Madura United di Gelora Bangkalan, Rabu (8/11/2017).

Tak pelak, Stadion Mattoanging berubah mencekam, layaknya arena tawuran. Botol minuman, batu, bahkan kursi penonton pun beterbangan dari arah tribune ke bench pemain dan dalam lapangan.

Aksi lempar benda-benda juga dipicu aksi gelandang Bali United I Gede Sukadana yang diganti pada pertengahan babak, terlibat saling dorong dengan asisten pelatih PSM Makassar di sisi lapangan seusai melakukan selebrasi. Alhasil, benda padat mendarat di kepala I Gede Sukadana yang menyebabkan benjol di kening kanan.

Suasana pun semakin tak terkendali. Para oknum suporter Juku Eja terpancing emosinya dan merangsek ke lapangan dengan memanjat pagar pembatas. Pintu besi di sebelah timur stadion juga bobol, yang memaksa petugas keamanan dari Brimob melepaskan gas air mata.

Pemain Bali United pun dievakuasi dengan dibantu petugas Brimob yang melindungi dengan tameng khas demonstran, karena botol minuman dan benda keras lainnya tak henti menghujani pemain Bali United.

Catatan Liga-Indonesia.id, beberapa pemain Bali United mengalami luka-luka seperti Riki Fajrin dan pemain tengah Bali United asal Belanda Nick Van Der Velden yang mengalami memar pada pelipisnya akibat terkena lemparan.

Butuh satu jam untuk meredam aksi fans Juku Eja, dan evakuasi pemain Bali United pun berhasil dengan menggunakan kendaraan lapis baja, Barracuda, sekitar pukul 11.30 WITA.

CEO PSM Munafri Arifuddin menyesalkan kejadian ini. Dia mengaku pasrah dan siap menghadapi sanksi yang akan diterima PSM. “Nanti kita lihat seperti apa sanksi yang akan diberikan,” ujarnya.

Biasanya, PSSI akan melakukan rapat Komisi Disiplin setiap Rabu. Bisa kemungkinan kasus PSM juga akan dibicarakan, Rabu (8/11/2017) besok. apalagi, pihak Bali United juga akan melaporkan insiden tersebut ke PSSI. Sebelumnya, PSM didenda Rp33,75 juta oleh Komdis PSSI akibat aksi pelemparan oknum suporter saat Juku Eja menjamu Persib Bandung di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (15/10/2017) lalu.
(sha)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SUMBER:

Written by 

Related posts

Leave a Comment