Search

Rencana Akreditasi RSUD Salatiga Ditunda Sampai Enam Bulan ke Depan

BABEBOLA.COM, SALATIGA –  Anggota Dewan Pengawas (DP) RSUD Salatiga harus menunggu penilaian akreditasi rumah sakit milik pemerintah kota tersebut.

Hal ini lantaran tim Indonesia Commission on Accreditation of Hospital atau Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) menolak memberikan penilaian sementara di tubuh manajemen RSUD yang sedang terjadi perubahan sejumlah SDM.

Sebelumnya, anggota DP RSUD diwakili Sri Mulyono berangkat ke Jakarta pda pekan lalu untuk menghadap KARS perihal penilaian akreditasi yang rencananya dilakukan pada bulan Maret ini.

Di Jakarta, Mulyono  sendiri ditemui langsung oleh Sekeretaris Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Dr Adrian Jusuf Kilima.

“Namun pihak KARS trnyata tahu kabar tentang rencana pergantian SDM di manajemen RSUD Salatiga dari media. Atas alasan itulah, pihak KARS akan mempertimbangkan penundaan verifikasi untuk RSUD kota Salatiga,” kata Sri Mulyono,  Rabu (6/3/2018).

Penundaan ini dkatakan Mulyono akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan ke depan.

Dalam kurun waktu tersebut, pihak KARS memberikan waktu kepada manajemen RSUD Salatiga untuk berbenah terutama SDM yang menangani poin-poin pokok pelayanan yang akan diverifikasi.

Mulyono sendiri mengakui keadaan ini sangat merugikan RSUD secara kelembagaan.

“Seharusnya di awal tahun 2018 untuk RSUD Kota Salatiga sudah diterapkan sistem akreditasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit edisi I atau SNARS I artinya standar penilaianya lebih tinggi, terutama standar pelayanan terhadap pasien dan pengunjung RSUD. Namun karena penundaan ini terpaksa kita menunggu paling tidak sampai bulan September 2018 mendatang,” jelasnya.

Mulyono selaku anggota DP menambahkan, keputusan ini akan ditindak lanjuti dengan mengevaluasi kinerja management dan melaporkanya kepada Walikota.

Ia juga menambahkan, ada kemungkinan buruk yang akan menjadi konsekuensi jika pada enam bulan mendatang pihak RSUD kembali gagal menghadapi akreditasi, yakni turunnya RSUD dari rumah sakit bintang lima menjadi bintang tiga.

“Kami akan segera mengevaluasi kinerja tim akreditasi yg diketuai oleh dr Pamuji. Jangan sampai  capaian prestasi yang telah diraih akan lepas begitu saja hanya karena persoalan rencana perombakan pelaksana Akreditasi di eselon III dan IV khususnya. Karena dua eselon itu adalah ujung pelaksana Akreditasi,” terang Mulyono.

Sementara itu Direktur RSUD dr Agus Sunaryo sampai saat inji masih enggan memberikan keterangan terkait penundaan penilaian akreditasi ini.

Written by 

Related posts

Leave a Comment