Search

Ribuan Buruh Yogya Peringati May Day dengan Bermotor di Malioboro

Yogyakarta – Hari buruh internasional atau May Day di Yogyakarta diperingati berbagai elemen dengan aksi unjukrasa. Tempat utama untuk aksi adalah di Jalan Malioboro hingga titik nol kilometer Yogyakarta.

Ratusan aktivis buruh dari Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) dengan mengendarai sepeda motor melakukan aksi di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta. Para buruh dengan pengawalan polisi menggunakan separo badan jalan. Mereka berorasi di depan kantor DPRD DIY jalan Malioboro, Senin (1/5/2017).

ABY menyoroti masih rendahnya upah buruh di Yogyakarta. Rendahnya upah buruh ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan di DIY. Kondisi kemiskinan ini diperparah dengan ketimpangan ekonomi yang cukup tinggi.

Sekjend ABY, Kirnadi mengatakan buruh di Yogyakarta dihadapkan pada kenyataan ketidakmampuan untuk memiliki rumah sendiri. Hal ini karena upah murah yang diberikan kepada para buruh.

“Dengan upah murah ini, hak untuk memiliki rumah bagi buruh ibarat mimpi di siang bolong. Buruh dihadapkan pada kenyataan menjadi tuna wisma,” kata Kirnadi.

UMK 2017 di 4 kabupaten dan 1 kota di DIY diterapkan bervariasi. Untuk kota Yogyakarta UMK 2017 sebesar Rp 1.572.200, Sleman Rp 1.448.385, Bantul Rp 1.404.760, Kulon Progo Rp 1.373.600 dan Gunungkidul Rp 1.337.650.

Dalam aksinya, mereka juga menuntut hapuskan outsourcing dan pemagangan, perbaikan layanan jaminan sosial agar layak dan manusiawi, tolak revisi UU ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 yang menghilangkan uang pesangon, menuntut Gubernur DIY menggunakan PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan sebagai pedoman kebijakan pengupahan, dan menuntut penerapan kebijakan upah sektoral.

Setelah berorasi di depan DPRD DIY, para buruh melanjutkan aksi ke Alun-Alun Utara dengan mengendari motor. Mereka melanjutkan aksi budaya dengan pemotongan tumpeng.
(sip/sip)

Written by 

Related posts

Leave a Comment