Search

Rivalitas Formula 1 Paling Panas Sepanjang Masa

BABEBOLA.COM-Formula One (F1) musim 2018 bakal segera digeber pada tanggal 25 Maret 2018 mendatang. Baik Sebastian Vettel (Ferrari) dan Lewis Hamilton (Mercedes), telah memenangkan empat gelar kejuaraan dunia. Musim ini, keduanya akan bersaing untuk memenangkan gelar kejuaraan kelima mereka.

Formula 1 telah menghasilkan beberapa persaingan sengit sepanjang sejarah perhelatan balapan jet darat itu. Sebelum persaingan Vettel-Hamilton yang terkenal, ada banyak pebalap yang saling berhadap-hadapan satu sama lain demi menjadi yang tercepat di lintasan.

Mari kita lihat beberapa persaingan terkenal sepanjang masa Formula One.

1. Fernando Alonso (McLaren) Vs Michael Schumacher (Ferrari)

 

 

Sebagian besar persaingan di F1 didasarkan pada sifat yang buruk di antara para pengemudi. Tapi, yang satu ini berbeda. Persaingan Alonso-Schumacher adalah tentang perubahan tren di F1.

Michael Schumacher telah memenangkan lima kejuaraan dunia berturut-turut dari tahun 2000 hingga 2004 dan sudah menjadi pebalap F1 terbesar pada waktu itu. Pada tahun 2005, Fernando Alonso mengambil alih tahta Schumacher dan memenangkan kejuaraan dunia untuk pertama kalinya.

Kantor berita Inggris Telegraph memberitakan, pada tahun 2006, Alonso dan Schumacher kembali berhadapan sekali lagi. Insiden yang paling terkenal adalah pada musim 2006 di Grand Prix Monaco.

Ketika itu, Schumacher menghentikan mobilnya di tengah-tengah trek selama babak kualifikasi, untuk menghalangi laju Alonso. Hal ini ia lakukan supaya Alonso gagal mendapat pole position.

Pada babak final, Schumacher harus merelakan gelar juara kepada Alonso di Grand Prix Brasil, yang merupakan balapan terakhirnya musim itu. Alonso menjadi pebalap termuda yang memenangkan dua gelar kejuaraan dunia berturut-turut, sementara Schumacher memilih pensiun.

 

2. Lewis Hamilton (Mercedes) Vs Nico Rosberg (Mercedes)

 

 

Hamilton dan Rosberg memiliki hubungan cinta-benci dalam karir Formula 1 mereka. Keduanya adalah dua orang teman baik ketika masih remaja dan saling bersaing di Formula 3. Persahabatan mereka berlanjut di Formula 1 juga, ketika mereka masih berlomba untuk konstruktor yang berbeda.

Persaingan panas dimulai ketika Hamilton bergabung dengan Mercedes dari McLaren pada tahun 2013, bekerjasama dengan Rosberg. Hamilton menggantikan Schumacher yang pensiun pada tahun 2010, dilansir dari Formula1.com.

Pada 2013, Sebastian Vettel merayakan gelar Kejuaraan Dunia keempat-nya berturut-turut. Tapi, ini adalah awal dari persaingan Mercedes yang baru.

Pada tahun 2014, dari 19 Grand Prix, Hamilton memenangkan 11 dan Rosberg hanya memenangkan 5. Orang Inggris menjadi juara dunia dan Rosberg berada tepat di belakangnya di posisi ke-2.

Pada tahun 2015, ketika Hamilton memenangkan Kejuaraan Dunia untuk kedua kalinya, lagi-lagi Rosberg tepat di belakangnya. Kemudian datang musim 2016 ketika Rosberg memenangkan Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Rosberg akhirnya memilih pensiun dan kini Hamilton masih terus membalap bersama dengan Valtteri Bottas sebagai mitra barunya di Mercedes.

 

3. Mika Hakkinen (McLaren) Vs Michael Schumacher (Ferrari)

 

 

Michael Schumacher, selama bertahun-tahun, telah memiliki banyak persaingan. Tetapi persaingannya dengan Mika Hakkinen adalah yang paling menonjol. Meskipun berumur pendek, persaingan itu tetap ganas.

Hakkinen dan Schumacher saling berhadapan saat bertanding untuk kejuaraan pada tahun 1999. Tahun itu adalah musim yang sangat sengit. Jika Schumacher memenangkan Grand Prix Jepang yang merupakan race terakhir musim itu, ia akan menjadi pebalap Ferrari pertama yang merebut gelar dunia sejak Jody Scheckter 21 tahun lalu. Hanya Hakkinen yang bisa menghentikannya.

Sayangnya, terjadi insiden di Grand Prix Inggris, satu race sebelum GP Jepang. Schumacer terlibat dalam kecelakaan dan keluar dari balapan selama 98 hari. Selama waktu ini Hakkinen berhasil memimpin klasemen sementara. Hakkinen akhirnya berhasil memenangkan balapan lagi di Grand Prix Jepang yang membuatnya menjadi juara dunia untuk kedua kalinya.

“Mika Hakkinen adalah lawan terbaik dalam hal kualitasnya. Tetapi kekaguman terbesar yang saya miliki untuknya adalah kami bertarung 100% di trek. Ia memiliki kehidupan yang benar-benar disiplin di luar jalur. Kami saling menghormati dan membiarkan satu sama lain hidup dengan tenang,” ungkap Schumacher kepada BBC.

 

4. Niki Lauda (Ferrari) Vs James Hunt (McLaren)

 

 

Niki Lauda dianggap sebagai pebalap terbaik yang pernah ada dalam sejarah Formula 1. Dia merupakan kekuatan tercepat di tahun 70an sampai kecelakaan Nurburgring yang terkenal di Jerman. James Hunt dan Niki Lauda memiliki persaingan sengit baik secara profesional maupun personal.

Ketika itu, kondisi cuaca membuat sirkuit sangat tidak aman untuk perlombaan. Lauda mendesak pembalap lain untuk memboikot balapan. Namun, perlombaan berlanjut dan Lauda terlibat dalam kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya. Akibatnya, dia tidak beraksi selama enam minggu dan harus menjalani perawatan yang berat.

Saat itu, Lauda yang masih memimpin klasemen, melihat James Hunt mulai menyusulnya sementara Lauda sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Menurut Niki Lauda, persaingan antara dirinya dan Hunt itulah yang memotivasi dia untuk comeback sesegera mungkin.

Bahkan setelah kembali setelah enam minggu, Lauda tidak bisa menyalip Hunt. James Hunt akhirnya menjadi juara dunia pada tahun 1976 dan pensiun setelahnya. Sementara di sisi lain, Niki Lauda memenangkan juara dunia 1977 dan pensiun.

Lauda kembali dari pensiun pada tahun 1982. Kali ini, ia bergabung dengan McLaren. Ia memenangkan kejuaraan dunia ketiganya pada 1984.

Kisah rivalitas kedua pebalap legendaris F1 ini diangkat ke layar lebar oleh Hollywood dengan judul Rush.

 

5. Alain Prost (McLaren and Ferrari) Vs Ayrton Senna (McLaren)

 

 

Pada tahun 1987, Prost finis di belakang Nelson Piquet (Juara), Nigel Mansell dan driverLotus Ayrton Senna. McLaren akhirnya mengontrak Senna dari Lotus pada 1988, dan ini adalah ketika persaingan terkenal antara kedua pembalap McLaren dimulai.

Meski begitu, Prost harus rela merelakan gelar juara dunia jatuh ke tangan Senna pada tahun 1988 itu. Prost lantas melontarkan keluhan kepada McLaren, bahwa para mekanik konstruktor memberikan perlakuan istimewa kepada Senna. Tak hanya itu, Prost juga menuding Senna sebagai ‘Pengemudi Berbahaya.’

Pada tahun 1990, Prost lantas bergabung dengan Ferrari. Di Grand Prix Jepang, Senna bertabrakan dengan Prost. Sehingga membuat kedua pebalap keluar jalur dan gagal melanjutkan balapan. Dengan melakukan ini, Senna berhasil memenangkan kejuaraan dunia 1990. Banyak yang menduga Senna sengaja melakukan tabrakan itu.

“Tabrakan Membantu Senna Memenangkan Gelar,” tulis New York Times, ketika itu

Pada tahun 1993, Prost pensiun. Setahun berikutnya yakni tahun 1994, adalah tahun yang kelam bagi dunia balap jet darat. Pebalap hebat mereka, Ayrton Senna meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan dalam Grand Prix San Marino.

Itulah lima rivalitas paling panas di jagad balap jet darat sepanjang masa.

Written by 

Related posts

Leave a Comment