Search

Sebelum Gerebek Ruko di Kalideres, Polisi Intai Selama 4 Minggu


BabeBola.net – JAKARTA
 – Penggerebekan di rumah toko (ruko) Taman Surya DD2 no 9, Taman Surya 5, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa 17 Juli 2017 telah dilakukan pengintaian selama 4 minggu. beragam cara dilakukan untuk menggerebek lokasi tersebut.

Dit Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, dalam penggerebekan itu pihaknya mengamankan 4 orang. Dua diantara merupakan warga negara Tiongkok, LY (25), dan LZ (24).

“Untuk WNI sebagai pengantar ekspedisi akan kami dalami sampai mana keterlibatannya. Sedangkan WNA, penyewaan dari ruko dan penerima barang. Pada interogasi awal pelaku mengaku payung dan meja akan digunakan untuk membuka restoran,” kata Nico di Jakarta, Selasa 17 Juli 2017.

Meski enggan memastikan benda yang tersembunyi di payung dan meja itu adalah sabu, namun dari penglihatan secara kasat mata, Nico menyakini bahwa benda itu diduga kuat merupakan sabu. Karenanya, untuk memastikan hal itu, dirinya akan melakukan pengecekan laboratorium.

“Tindak lanjutnya menyelidiki pihak ekspedisi, menghubungi penyewa restoran ini dan pemilik meja dan payung yang dikirim ini,” ungkap dia.

Kini kesemua barang dan empat pelaku sudah digiring ke Polda Metro Jaya. Pemeriksaan terhadap keempatnya pun dilakukan secara menyeluruh sembari menelusuri keterkaitan jaringan ini dengan jaringan lainnya.

Pengintaian yang dilakukan polisi dibenarkan oleh sejumlah warga sekitar. Endusan sabu di kawasan itu sebelumnya sudah tercium oleh polisi. Salah satunya dengan melakukan pengintaian di salon.

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya mencurigai tentang seorang asing, bukan warga sekitar, yang kerap berkunjung di Salon Erika, salon ini lokasinya tepat disebrang ruko. “Ngintainya sudah seminggu itu. Biasanya di salon,” ucap pria berambut pendek itu.

Terlebih dalam kasus itu, kecurigaan semakin menguat ketika orang disebut polisi itu hadir ditengah tengah penggrebekan.

Petugas Keamanan ruko, Amiruddin, menerangkan selang beberapa menit sebelum pengrebekan berlangsung. Salah seorang WNA, terduga bandar sempat melakukan pengecekan di depan ruko, tepat bawah pohon kamboja. Sembari menongkrong, pria yang menggunakan baju putih dan celana pendek itu bulak balik di sekitaran ruko.

Barulah setelah mobil box datang, polisi yang kala itu berada di tempat makan sekitaran ruko langsung menangkap WNA itu. Mereka kemudian menggiring WNA tersebut ke kawasan mobil box yang telah terparkir di depan ruko.

“Jadi sama polisi dibiarkan dulu untuk serah terima barang. Setelah tanda tangan berkas barulah pelaku yang bawa mobil ikut ditangkap,” tutur Amir, yang menyaksikan kejadian ini dari awal hingga akhir penggerebekan.

Masih menurut Amir, saat siang hari, kondisi ruko selalu sepi. Karena sebagai ruko baru, hanya beberapa orang saja yang terlihat apa. Beberapa pedagang klontong jarang sekali melintas.
Karenanya, ia tak mengira ruko itu dijadikan penyimpanan narkoba. Terlebih ruko sendiri selalu tertutup dan sepi.

Seorang pemilik ruko lainnya, Wempy mengatakan serupa. Kala polisi menggrebek, dirinya tak menyangka adanya narkoba. “Saya kira penangkapan begal motor,” kata Wempy yang memiliki ruko furniture itu.

Dia mengatakan sempat bertemu dengan pelaku. Saat itu, pelaku sedang ingin mengembangkan usahanya. Yaitu dengan memperlebar ruko dengan membeli ruko sebelah.

“Kemarin saya sempat sapa pelaku. Tapi dia diam saja. Ada gelagat ga bagus. Karena memang ada spanduk disewakan, jadinya saya mau nyewa ruko tersebut,” ungkap pria paruh baya ini.

Karena tak ada respon, dia lalu menghiraukan keinginannya tersebut. Keseharian ruko tersebut, kata dia, selalu tertutup. Apalagi saat malam hari. “Selalu digembok rukonya. Baru dua mingguan mereka nempatini ruko ini. Tadinya ruko itu toko kue,” tutupnya

SUMBER : SINDONEWS.COM

Written by 

Related posts

Leave a Comment