Search

Teluk Balikpapan Pasca Minyak Pertamina Tumpah

BABEBOLA.COM – Kondisi Teluk Balikpapan pasca kebocoran pipa minyak milik Pertamina tampak memprihatinkan.

Pantauan TribunWow.com, menurut Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, tumpahan minyak ini merusak ekosistem, terlebih setelah menyebar luas.

Lima nelayan dilaporkan meninggal karena terbakar akibat tumpahan minyak ini.

Tak hanya itu, ikan pesut dan lumba-lumba juga ditemukan mati terdampar di pinggir pantai karena kejadian ini.

@Sutopo_PN: Ikan pesut dan lumba-lumba mati akibat tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

Pantai perairan laut tercemar.

Hingga saat ini dampak tumpahan minyak belum dapat diatasi.

View image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter

 

 

Tumpahan minyak yang mudah terbakar membuat petugas dan masyarakat kesulitan.

Penanganan pun dilakukan secara manual, meski petugas dan masyarakat berisiko tinggi untuk terbakar.

Dari video yang beredar, tampak laut menjadi hitam karena tumpahan minyak.

@Sutopo_PN: Darurat lingkungan akibat tumpahan minyak di Teluk Balikpapan Kaltim masih belum dapat diatasi.

Pencemaran minyak telah menyebabkan korban jiwa, ikan pesut mati dan kerusakan ekosistem laut.

Penanganan secara manual.

Petugas dan masyarakat berisiko tinggi jika minyak terbakar.

@Sutopo_PN: Petugas dan masyarakat dikerahkan untuk melokalisir dan mengambil tumpahan minyak di Teluk Balikpapan Kaltim.

Ini sangat berbahaya jika ada api maka mereka dapat terbakar.

Dampak tumpahan minyak masih meluas dan merusak ekosistem laut.

Data terkini dari BNPB, tumpahan minyak telah dengan cepat meluas, dari sebelumnya 7.000 hektar pada Rabu (4/4/2018) menjadi 12.987 hektar.

Korban meninggal sebanyak lima orang, dari nelayan.

Sedangkan 60 km pantai terdampak oleh kejadian ini.

34 hektar hutan mangrove menjadi korban.

Tak hanya itu, masyarakat juga mulai mual-mual karena bau minyak yang sangat menyengat.

 

@Sutopo_PN: Luas tumpahan minyak di Teluk Balikpapan 12.987 hektare.

Dampak: 5 nelayan tewas, 60 km pantai terdampak, ekosistem pantai dan laut tercemar, 34 hektar hutan mangrove terdampak, masyarakat merasa mual dan pusing kaibat bau minyak menyengat, adanya pesut dan ikan mati.

View image on Twitter

View image on Twitter

Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan menyebar ke Selat Makassar terpantau dari citra satelit radar 1/4/2018. Pertamina Refinery Unit V Balikpapan mengakui tumpahan minyak ini berasal dari kebocoran pipa milik Pertamina yang putus dari arah perairan Lawe-lawe Penajam Paser Utara.

Diketahui, tumpahan minyak di Teluk Balikpapan menyebar ke Selat Makasar terpantau dari citra satelit radar pada Minggu (1/4/2018).

Sedangkan Pertamina Refinery Unit V Balikpapan mengakui tumpahan minyak ini berasal dari kebocoran pipa milik Pertamina yang putus dari arah perairan Lawe-lawe Penajam Paser Utara.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup (LHK) juga telah bergerak cepat menangani kejadian ini.

@KementerianLHK: #sobathijau, #KLHK terus bergerak cepat menangani dampak lingkungan dr tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

Beberapa saat stelah kejadian, Selasa (3/4) KLHK menurunkan tim utk memantau langsung dampak tumpahan minyak terhadap kerusakan lingkungan & keanekaragaman ekosistem laut.

View image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter

Bberapa saat stelah kejadian, Selasa (3/4) KLHK menurunkan tim utk memantau lngsung dampak tumpahan minyak trhadap kerusakan lingkungan & keanekaragaman ekosistem laut

Kementerian Lingkungan Hidup juga akan terus melakukan pengawasan terhadap pemegang izin yang bertanggung jawab atas tumpahya minyak ini.

Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK juga akan menilik apakah ada unsur-unsur pelanggaran terkait hal itu.

@KementerianLHK: Dalam kejadian ini, #KLHK bertanggungjawab mengawasi pemegang izin/swasta untuk tanggung jawab mengatasi pencemaran sambil menghitung ganti rugi,  sementara Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK akan mengikuti proses untuk melihat unsur-unsur pelanggaran, serta sanksi.

Sementara, penanganan yang dilakukan adalah mengumpulkan seluruh Oil Boom perusahaan di sekitar untuk menggiring genangan minyak.

@KementerianLHK: Tim msh berkonsentrasi melakukan kegiatan penanggulangan di perairan Balikpapan.

Tahap 1 mengumpulkan sluruh Oil Boom yg dimiliki oleh bberapa perusahaan yg ada di sekitar, dan dipergunakan utk menggiring genangan-genangan tumpahan minyak di perairan ke area fasilitas. #KLHK

View image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter

Kementerian Lingkungan Hidup juga telah membagi 5 tim untuk mengukur luasnya wilayah terdampak.

@KementerianLHK: Tim dari #KLHK yang terdiri dari staf Dirjen PPKL, @GakkumKLHK, P3E, BKSDA Kaltim Seksi wil 3,

dan Dinas LH Kota Balikpapan, jg telah melakukan pengukuran luasan secara langsung area terdampak.

Mengingat lokasi terdampak yg sangat luas, maka dibagi menjadi lima tim kerja.

@KementerianLHK: Tim 1 melakukan pengukuran panjang pesisir pantai yg terdampak di kabupaten Penajam Paser Utara, 4 tim yg lain melakukan pengukuran di kota Balikpapan.

Targetnya untuk mendapatkan panjang pantai yg terdampak tumpahan minyak.

#KLHK

 

@KementerianLHK: Pukul 20.00 (3/4), tim berhasil mngumpulkan tumpahan minyak sebanyak 69.3 m3.

”Kami sudah minta tim dan jg pihak @pertamina, utk memprioritaskan pembersihan tumpahan minyak di wil pemukiman penduduk, mengingat bau yg menyengat dan potensi resiko lainnya,” ujar Menteri Siti.

@KementerianLHK: Sementara laporan dari tim @GakkumKLHK, tim sudah melakukan pengambilan sampel untuk melihat sejauh mana dampak yang terjadi.

Karena sangat dinamis, maka pengambilan sampel akan dilakukan beberapa kali lagi. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

 

Sumber:

Written by 

Related posts

Leave a Comment