Search

Terjerat Kasus Korupsi Alat KB, Deputi BKKBN Ditahan Kejagung

BABEBOLA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sandjoyo, Kamis (25/1/2018).

Sandjoyo terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan alat Keluarga Berencana (KB) II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015 di BKKBN.

Sandjoyo tiba di Kejagung sekira pukul 09.00 WIB, untuk diperiksa. Mengenakan kemeja batik lengan panjang, Sandjoyomemasuki gedung bundar tempatnya diperiksa.

Sekira pukul 13.00 WIB, Sandjoyo kembali keluar namun dengan tambahan sebuah rompi berwarna merah muda yang telah dikenakannya.

Ia didampingi petugas Kejagung, yang tampak memegang tangan Sandjoyo, sembari menggiringnya memasuki mobil tahanan.

Semenjak keluar, Sandjoyo tak bicara sepatah kata pun. Pantauan Tribunnews.com, ia menundukkan kepalanya, dan pandangannya tampak tak fokus.

Ia pun memasuki mobil tahanan, dimana mobil itu akan mengantarnya ke Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejagung.

Setelahnya, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung, Adi Toegarisman, tampak bersiap untuk memberitakan terkait kasus Sandjoyo.

“Hari ini dilakukan pemeriksaan sejak pagi kemudian kita tetapkan untuk dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan (Sandjoyo),” ujar Adi di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (25/1).

Berdasarkan penuturannya, Sandjoyo akan ditahan selama 20 hari ke depan. Adi mengatakan pihaknya berjanji segera menuntaskan berkas dan mengirim para tersangka ke pengadilan.

“Kasusnya sudah jelas dia selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) merangkap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen),” imbuhnya.

Lebih lanjut, Adi menegaskan jika Kejagung akan konsisten dalam menyelesaikan perkara kasus ini hingga tuntas. Tak lupa, ia juga meminta penyidik untuk segera menyelesaikan pemberkasan.

“Kita konsisten menyelesaikan perkara ini sampai tuntas, karena yang terlibat dalam kasus ini sudah ditahan semua. Saya minta penyidik dalam waktu singkat sudah selesai pemberkasan dan segera disidangkan,” ucapnya,” pungkasnya.

Kejagung sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yakni Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty, Dirut PT Triyasa Nagamas Farmasi berinisial YW, Direktur PT Djaja Bima Agung berinisial LW, dan Kasie Penyediaan Sarana Program/mantan Kasie Sarana Biro Keuangan BKKBN berinisial KT, serta Sandjoyo.

Sebelumnya, Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBNPusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp 191 miliar lebih atau tepatnya Rp 191.340.325.000, yang bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Praktiknya, proyek sudah direkayasa dalam bentuk penawaran harga yang sudah ditentukan dan lebih tinggi. Itu pun berada di bawah kendali PT Djaja Bima Agung. Uang negara dibobol sampai Rp 27,94 miliar.

Written by 

Related posts

Leave a Comment