Search

Terlalu Sering Menonton Drama Ternyata Bisa Bikin Hubunganmu Berantakan Lho! Ini Alasannya

BABEBOLA.COM-Menonton drama sudah menjadi kegiatan yang rutin dilakukan terutama oleh cewek-cewek. Dari drama romantis, drama komedi, dari Western sampai Korea, semua ditonton tergantung selera. Khusus yang drama romantis, biasanya pada lebih suka sama yang pemerannya ganteng dan cantik. Iya apa iya? Memang menghibur sih drama-drama ini. Tapi efeknya nggak sebaik itu untuk hubungan percintaanmu lho.

1. Semakin sering menonton drama romantis, ekspektasi kita akan hubungan percintaan berubah sedikit demi sedikit, atau secara drastis   

Kalau diamat-amati, cerita dan alur drama ya begitu-begitu aja. Meskipun beda antara yang Western sama Korea, keduanya punya beberapa mainstream cerita. Kalau yang western biasanya suka dari zaman SMA, tapi waktunya nggak pernah tepat untuk mengungkapkan. Kalau yang Korea, bisa cinta masa kecil, cinta tapi beda status sosial, alur berdarah-darah, happy ending. Yang tertanam di kepala ya hanya usaha-usaha mencinta dan akhir bahagianya.

2. Terutama di drama Korea yang episodenya hanya belasan dan berakhir hanya dalam satu season, semua digambarkan dalam rentang waktu yang pendek

Jadi secara nggak langsung kita gagal melihat proses-proses panjang dari awal jatuh cinta sampai akhirnya menikah, misalnya. Kalau berakhir di pernikahan, kita juga nggak melihat apa yang terjadi setelah kehidupan pernikahan itu. Mana tahu setelah menikah baru ketahuan kebiasaannya makan upil sendiri. Nah lho.

3. Selain itu, ada terlalu banyak kebetulan yang tercipta dalam drama-drama yang kita tonton

Buat kamu yang percaya dengan kebetulan, ya memang hidup ini juga penuh kebetulan yang tak terduga sih. Tapi yang bikin hidup ini beda dengan drama adalah kalau di drama mau kebetulannya kayak gimanapun juga ujung-ujungnya lebih banyak happy ending, sementara hidup ini endingnya kematian. Kita hidup untuk berproses, dan kebetulan yang menimpa dalam hidup seringnya ya yang memang bikin mencelos dan mengharuskan kita berkompromi dengan apa saja yang menghadang di depan mata.

4. Ekspektasi kita akan peran pasangan atau gebetan jadi berlebihan

Oke oke kita senang menonton drama karena karakter cowoknya yang luar biasa perhatian sama ceweknya sampai mau bawain tas dan sepatu hak tinggi waktu ceweknya kecapekan jalan-jalan habis kerja. Habis itu, digendong pula. Sementara di sini cowokmu cuek dan kamu jadi banyak protes karena ingin dia seperti karakter di drama yang kamu tonton. Ya nggak bisa dong cantik. Ini kehidupan nyata. Kalau kamu bisa menemukan sosok seperti yang di drama, berarti hokimu gede. Kalau enggak, ya terima saja kenyataan ini. Cuek bukan berarti nggak baik kan? Ini berlaku untuk sifat-sifat lainnya, kecuali pasanganmu melakukan tindak kekerasan. Tinggalin aja.

5. Dari ekspektasi akan lahir tuntutan-tuntutan peran yang sungguh barangkali sulit dipenuhi oleh manusia biasa

Seperti contoh di poin sebelumnya. Kamu dulu sih sabar-sabar saja menghadapi pacarmu yang cuek, karena di balik sifat cueknya kamu tahu dia sebenarnya sangat penyayang. Setelah menonton drama, kadar penerimaanmu berkurang. Kamu jadi minta ini itu banyak sekali kayak Nobita ke Doraemon. Ya kalau begitu pacarmu juga pasti malas, girls. Memangnya kamu sendiri mau kalau diminta berubah untuk menjadi seseorang yang nggak kamu banget? Nggak mau kan?

 

Nah sebelum drama lebih jauh lagi menyabotase pikiran dan hubungan percintaanmu, ingatlah satu hal. Drama hanya hiburan. Sementara hidup bukan hanya berisi hiburan. Jadi, bedakan mana imajinasimu, mana realitamu. Jangan sampai hubungan yang selama ini sudah berjalan baik sampai berakhir hanya karena tuntutan nggak masuk akal akibat keseringan menonton drama.

Written by 

Related posts

Leave a Comment