Search

Warga AS Siap Hadapi Dua Badai Salju Pekan Ini

BABEBOLA– Dua badai salju akan menerjang wilayah Amerika Serikat (AS) dari New England hingga New York pekan ini. Badai itu akan mengakibatkan tumpukan salju semakin tinggi sehingga mengganggu aktivitas warga di banyak kota di Negeri Paman Sam tersebut.

Salah satu badai salju akan menyapu wilayah barat tengah AS dan mengakibatkan turun salju dengan ketebalan mencapai 7 cm di Chicago hingga wilayah Great Lakes, sebelum akhirnya bergerak ke timur. Badai salju yang lainnya diperkirakan akan membawa es dan bergerak ke selatan sebelum menghantam wilayah timur laut AS. “Jika dua badai itu menghantam pada Sabtu (30/11), tumpukan salju akan semakin tebal. Kondisi jalanan juga akan semakin berbahaya untuk dilalui. Banyak penerbangan pasti akan dibatalkan,” demikian proyeksi Accuweather dilansir Business Insider.

Badai salju akan menambah suasana dingin dan lebih parah dibandingkan pada Natal lalu di seluruh wilayah AS. Badan Cuaca Nasional (NWS). “Kondisi dingin yang berlebihan akan melanda Chicago dan wilayah Upper Midwest pada hari Tahun Baru dengan temperatur mencapai -28 derajat Celsius hingga Selasa (2/1),” demikian peringatan NWS.

Temperatur di sebagian wilayah AS juga diperkirakan di bawah rata-rata selama pekan ini dan pekan depan. Accuweather memprediksi temperatur di kota-kota besar seperti New York City, Philadelphia, dan St Louis akan mencapai -5 derajat Celsius. Bahkan, NWS menyebutkan New York City akan mengalami malam Tahun Baru terdingin ketiga sepanjang sejarah dengan temperatur mencapai -8 derajat Celsius.

Kemudian, kota-kota lain yang akan dilalui badai salju pertama adalah Fargo, North Dakota; Sioux Falls, South Dakota; Des Moines, Iowa; Minneapolis; Madison, Wisconsin; Chicago; Indianapolis; Detroit; Columbus, Ohio; dan Pittsburgh. Kemudian, kota lainnya yang akan diterjang badai salju lainnya adalah St. Louis dan Kansas City, Missouri; Louisville, Kentucky; dan Cincinnati.

“Badai itu akan bergerak cepat ke wilayah Midwest dan selatan AS serta mengakibatkan intensitas salju turun deras di banyak kota AS,” ungkap pakar meteorologi AccuWeather, Kristina Pydynowski. Dia mengungkapkan New England akan menjadi kawasan di mana badai akan mengakibatkan banyak tumbukan salju. “Badai salju akan bergerak ke New Jersey atau Delaware,” kata Pydynowski.

Memecahkan Rekor

Badai salju di Erie, Pennsylvania, mengakibatkan ketinggian salju mencapai 86 cm. Badai salju itu terjadi sejak Natal hingga kemarin dan menutupi kota tersebut. Ketinggian salju tersebut memecahkan rekor tahun sebelumnya. Biasanya ketinggian salju pada musim Natal hanya 20 cm. Sebelumnya, ketinggian salju yang memecahkan rekor di kota tersebut hanya 50 cm.

“Pada Natal, ketinggian salju mencapai 86 cm. Pada Selasa lalu, ketinggian hanya 60 cm. Ini menjadi rekor salju paling tinggi di seluruh Negara Bagian Pennsylvania,” demikian ungkap Badan Cuaca Nasional (NWS) dilansir CNN.

Menurut NWS Cleveland, badai salju yang sebenarnya dimulai pada Minggu (24/12/2017) lalu mengakibatkan tumpukan salju tersebar. Tumpukan salju itu mengakibatkan danau salju, sebuah fenomena di mana air membeku dan dipenuhi dengan salju. “Danau salju diperkirakan akan bertahan hingga Rabu ini,” ungkap NWS.

Menurut Tom Niziol, pakar musim dingin dari The Weather Channel, salju bisa mencapai 70 inci (177 cm) pada badai salju akhir tahun ini. “Badai salju bisa terjadi air dingin melintasi perairan panas Great Lakes,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan panas dan lembap menyebabkan udara dingin menghasilkan salju. “Badai salju awal di AS turun di Erie, Pennsylvania,” ungkap Niziol. “Salju di Erie akan bertahan selama 30 jam,” imbuhnya.

Pemerintah lokal Erie langsung mendeklarasikan status darurat salju pada Selasa (26/12/2017) lalu. “Jalanan sangat berbahaya dan tidak bisa dilalui,” ungkap Kepolisian Erie.

Dia mengungkapkan, banyaknya tumpukan salju menjadikan pihak kepolisian berusaha bekerja sama dengan penduduk untuk membersihkan salju dari jalanan. “Penduduk seharusnya jangan bepergian hingga salju di jalanan bersih,” ungkapnya.

Wali Kota Erie Joe Sinnott mengungkapkan, seumur hidupnya baru pertama kali turun salju hebat dan lebat di kotanya. Padahal, dia tinggal di kota tersebut semenjak kecil. “Salju kali sangat tebal. Ini momen yang tidak biasa,” jelasnya kepada New York Times.

 

 

Sumber:

Written by 

Related posts

Leave a Comment