Search

Wasit Iran Dipukuli di Laga Vs Borneo FC, Begini Komentar Madura United

BabeBola.net – Wasit asal Iran menjadi sasaran amuk suporter Madura United saat menghadapi Borneo FC. Manajer Laskar Sapeh Kerrap, Haruna Soemitro, membeberkan pemicunya.

Laga Madura United dengan Borneo FC digelar di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (13/10/2017). Pertandingan, yang dipimpin wasit Iran Hasal Akrami, itu berakhir imbang 1-1.

Setelah pertandingan usai, kericuhan yang sempat meletup di tengah pertandingan malah makin panas. Akrami menjadi bulan-bulanan kemarahan suporter Madura United.

Haruna mengakui insiden itu. Namun, dia meminta untuk semua pihak memahami adanya kejadian itu karena ada penyebabnya. Dia pun menjelaskan pemicunya.

“Pemicu pertama ada pelanggaran-pelanggaran yang fatal yang dilakukan pemain lawan terhadap pemain Madura United, khususnya Dane Milovanovic. Kedua, dilakukan kepada Greg di depan mata wasit tapi tidak diberikan pelanggaran apa-apa. malah pemain kami mencoba protes dihukum kartu kuning. Sementara, pelanggaran yang lebih ringan intensitasnya justru pemain kami di kartu kuning,” Haruna membeberkan kepada detikSport, Minggu (15/10/2017).

Menurut Haruna, Madura United pantas kecewa lantaran gol Peter Odemwingie dan Greg Nwokolo dianulir.

“Asisten wasit 2 mengangkat bendera pada saat proses heading-nya Fabiano Beltrame. Padahal Fabiano dapat umpan dari bola mati heading dan kemudian kemudian rebound kena mistar sementara Peter dan Gred yang dibawah wistar menendang, masuk. Ini adalah pemicu yang kedua,” ujar dia.

“Ketiga yang fatal lagi adalah Dane mendapat akumulasi kartu kuning dan kartu merah karena melakukan protes terhadap kejadian itu. Kejadian ini merusak mental pemain dan permainan menjadi panas dan emosional,” Haruna mengungkapkan.

Meski kesal dengan kepemimpinan wasit saat itu, Haruna juga tidak bisa menoleransi apapun yang dilakukan penonton terhadap wasit seperti itu.

“Tetapi, kami cukup menyadari bahwa kami juga tidak bisa mampu mengendalikan penonton tanpa dibantu kondisi pertandingan yang kondusif.

“Jadi, bagi kami adalah mestinya ada proses menelaah kenapa terjadi seperti itu. Kami sudah mengirimkan surat banding kepada PSSI dan Komdis, serta memberikan fakta rekaman video, potongan video tentang buruknya kepemimpinan wasit itu. ,” kata Haruna.

Haruna juga mempertegas jika timnya sama sekali tidak takut menerima kekalahan asal laga dijalani dengan fair.

“Bagi kami wasit asing harus beri contoh baik terhadap wasit-wasit lokal yang sementara disinyalir tidak baik. Yang kedua, problem di kami yang menimbulkan ada invisible hand, sebabnya sederhana karena kepemimpinan wasit tidak seimbang. Setiap minggu wasit asing hanya satu atau dua game sehingga timbul pemikiran, kenapa partai ini pakai wasit asing, sementara game ini tidak,” ujar dia.

“Hal-hal ini yang harus dijelaskan secara tuntas, sehingga tidak membiarkan masyarakat punya logika tersendiri pada pertandingan itu. Contoh masyarakat bergerak secara anarkis itu kan karena memakai logika sendiri. Logikanya apa? Tim kok dirugikan ya? Pasti ada wasit yang merusak capaian dari tim itu sendiri,” dia menjelaskan.

SUMBER : BBC SPORT

Written by 

Related posts

Leave a Comment