Search

YouTube Bersih-Bersih Video Predator Anak karena Merek Beken

BABEBOLA – YouTube semakin rajin memberantas video berkedok ramah anak. Kali ini alasannya terkait pemasukan YouTube.

Bermula dari banyaknya pengiklan besar yang berhenti beriklan di YouTube. Pasalnya iklan milik merek-merek beken tersebut banyak muncul di video yang isinya meresahkan dan menyasar penonton dari kalangan anak.

Akibat banyaknya laporan mengenai konten video yang membahayakan anak, beberapa iklan dari merek besar, seperti Adidas, Mars, HP, dan beberapa brand besar “angkat kaki” dari YouTube.

YouTube tentu saja langsung bereaksi karena ini soal pendapatan mereka. Pekan lalu, YouTube mengaku telah menghapus 270 kanal dan lebih dari 150.000 video yang dianggap kontennya tidak ramah untuk anak dan pengiklan.

YouTube juga telah menonaktifkan fitur komentar pada lebih dari 625.000 video yang berpotensi mengundang minat para predator anakatau pelaku pedofil.

Selain menghapus video, YouTube juga menyisir iklan yang muncul di video-video meresahkan tersebut dari platformnya.

“Minggu lalu, kami menghentikan iklan dari hampir dua juta video”, jelas perwakilan Google yang merupakan induk YouTube kepada Vice dan dikutip KompasTekno, Kamis (30/11/2017).

Google menyatakan, konten yang membahayakan anak-anak adalah mengerikan dan tidak bisa diterima.

Aksi ‘bersih-bersih’ konten yang disukai predator anak ini sangatlah mendesak mengingat masalah ini ternyata lebih serius dibanding dugaan awal.

YouTube mengaku jika jumlah video predator anak bertambah jumlahnya dibanding yang telah diketahui sebelumnya.

Mekanisme YouTube dengan melaporkan komentar bernada buruk yang membahayakan anak nyatanya tidak berjalan maksimal dalam setahun ini. Menurut laporan BBC, masih ada 50.000 hingga 100.000 akun predator yang tertinggal di YouTube.

Termasuk video berkedok ramah anak padahal tidak ramah sama sekali dan video pedofilia yang muncul di pencarian otomatis YouTube. Untuk kasus hasil pencarian video pedofilia ini, YouTube mengaku telah melakukan investigasi dan telah menghapus video-video itu dengan cepat.

“Kami sedang menginvestigasi masalah ini untuk menentukan apa sebenarnya di balik kejadian pencarian otomatis yang meresahkan ini”, jelas juru bicara YouTube.

 

sumber:

Written by 

Related posts

Leave a Comment