Search

Review Bohemian Rhapsody: Biopic Sempurna Queen dan Freddie Mercury

Review Bohemian Rhapsody, Biopic Sempurna Queen dan Freddie Mercury, Freddie Mercury, Queen

Review Bohemian Rhapsody: Biopic Sempurna Queen dan Freddie Mercury – Farrokh “Freddie” Bulsara merupakan sosok yang paling fenomenal di ranah musik rock, dan Bohemian Rhapsody berusaha mengungkapkan semua peristiwa yang dialami oleh sang pemilik suara emas ini hingga akhir hayatnya.

Sebagai sebuah biopic, film ini dibuka dengan masa muda Brian May (Gwilym Lee) dan Roger Taylor (Ben Hardy) yang manggung sebagai grup band Smile. Mereka berdua bertemu Freddie (Rami Malek) yang kala itu masih menggunakan nama Farrokh Bulsara. Ketiganya lalu sepakat untuk manggung bersama dengan Freddie sebagai lead singer.

Dengan kemampuan menyanyi Freddie, perjalanan karir musik mereka bertiga semakin bersinar sehingga kerap diundang untuk manggung di kampus-kampus. Ternyata hal tersebut masih dianggap kurang oleh Freddie. Akhirnya dengan bermodalkan uang hasil menjual mobil milik Roger, Freddie memberanikan diri untuk rekaman album yang kebetulan disaksikan oleh John Reid (Aidan Gillen) yang pernah menjadi manajer Elton John.

Mendengar kemampuan Queen, Reid akhirnya memutuskan untuk menggawangi band tersebut hingga menjadi band profesional yang lagunya menembus tangga lagu Amerika dan Inggris.

Hikayat Freddie Mercury

Walaupun berjudul Bohemian Rhapsody film ini sangat menitikberatkan pada sosok penyanyi luar biasa mereka, Freddie Mercury. Sepertiga bagian dari film ini menceritakan bagaimana Queen berkembang dari sudut pandang Freddie, dan bagaimana mereka menciptakan lagu-lagu legendaris mereka termasuk Bohemian Rhapsody yang menjadi judul film ini.

Kamu juga akan diajak menyelami kehidupan pribadi Freddie yang flamboyan, egois, liar dan gila-gilaan. Termasuk bagaimana dia terperosok dan akhirnya bangkit lagi bersama keluarga sejatinya. Bisa dibilang film ini akan menceritakan berbagai momen penting pada kehidupan Freddie, termasuk penampilan legendarisnya di Live Aid yang berlangsung di tahun 1985.

Selain berkenalan dengan Freddie dan Queen, kamu juga akan diajak berkenalan dengan sosok Mary Austin (Lucy Boynton) yang merupakan kisah cinta sejati Freddie dan merupakan inspirasi utama dari lagu Love of My Life. Sayangnya kehadiran Mary dianggap sebagai usaha straightwashing dari sosok Freddie agar lebih mudah diterima penonton.

Gaya Bercerita Bryan Singer

Singer mengemas Bohemian Rhapsody dengan penuh energi, hal ini terlihat jelas dari proses padu padan antara musik dan setiap momen yang terjadi di dalam filmnya. Rasanya tidak mungkin untuk tidak bergoyang ataupun bersenandung ketika mendengar lagu-lagu hits Queen kembali diputar. Setiap adegan dibuat seperti mengajak semua penonton yang pernah mendengarkan lagu-lagu Queen untuk ikut menyanyi dengan lantang.

Singer menampilkan banyak potongan peristiwa legendaris di Bohemian Rhapsody. Potongan peristiwa tersebut mempengaruhi dunia musik sekaligus menjadi simbol gaya bermusik yang tidak pernah bisa ditandingi oleh siapapun. Bisa dibilang, film Bohemian Rhapsody dibuat untuk menggambarkan satu mahakarya yang tidak pernah lekang dimakan zaman.

Meskipun mampu mengeluarkan energi yang begitu besar, film Bohemian Rhapsody masih memiliki beberapa kekurangan. Ada kesan terburu-buru terutama di bagian akhir film, sehingga klimaks dari seluruh kehidupan Freddie dan berbagai keputusan yang dia ambil terkesan tercecer dari alur utama. Hasilnya, kamu akan merasakan adanya sedikit timeskip di bagian ini.

Persona Queen

Salah satu sorotan utama dari Bohemian Rhapsody adalah bagaimana sosok Freddie Mercury berusaha dihidupkan kembali oleh Rami Malek. Bagi kami Rami Malek berhasil membawakan sosok Freddie Mercury yang ekspresif dan meledak-ledak. Bisa dibilang Rami Malek sebenarnya sudah berakting dengan sangat optimal di luar perbedaan fisiknya dengan sang legenda.

Rasanya seperti melihat Freddie Mercury yang hidup kembali untuk berbicara dan menyanyi di hadapan kami. Semua sifat Freddie yang maskulin, manja dan egois berhasil dibawakan dengan baik oleh Malek. Sayangnya bagi penggemar Queen akting Malek masih terasa kurang dan berbeda jauh dengan sang legenda.

Momen Malek yang paling mendekati sosok Freddie Mercury adalah ketika dia melakukan adegan konser untuk Live Aid. Dengan gayanya yang sangat ekspresif dan efek film yang digarap dengan serius, Malek seperti berhasil menjebol langit dan meminjam roh Freddie Mercury untuk beberapa saat. Momen ini membuat kami berhenti bernafas dan mengagumi semua adegan yang hadir di layar dan merasakan kehadiran Freddie Mercury yang asli.

Kesimpulan

Bohemian Rhapsody adalah sebuah film biopic yang sempurna untuk Queen dan sosok Freddie Mercury. Sang pemilik suara yang tidak tertandingi ini berusaha melawan semua stereotip demi menghibur pendengar dan penontonnya. Bisa dibilang film ini berhasil menelusuri kebangkitan Queen melalui lagu-lagu ikonik yang pernah mereka buat dan mainkan.

Atas dasar itu Bohemian Rhapsody BABEBOLA beri nilai 4 dari 5 bintang. We will we will rock you! Film Bohemian Rhapsody secara serentak akan diputar pada tanggal 31 Oktober.

SUMBER ASLI

Written by 

Related posts

Leave a Comment