Joko Widodo disebut sebagai tokoh yang lebih diinginkan umat Islam untuk menjadi calon Presiden Indonesia ketimbang Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (Puspek) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP Unair), Rabu (4/7/2018).

Dalam hasil survei itu, Jokowi mendapat elektabilitas tertinggi dan dianggap sebagai representasi umat Islam dengan perolehan 47,9 persen. Sementara Prabowo berada diurutan dua dengan perolehan angka 30,1 persen.

Sementara lainnya hanya meraih elektabilitas masing-masing, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (3,1 persen), Wakil Presiden Jusuf Kalla (1,4 persen) dan Politikus Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (1,2 persen), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (1,0 persen).

Ketua Partai Perindro Harry Tanoesoedibjo (1,0 persen), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (1,0 persen), dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (0,6 persen).

“Kami menggelar survei untuk menakar persepsi masyarakat yang beragama Islam atau muslim terhadap calon pemimpin Indonesia yang diinginkan dalam Pemilihan Presiden yang dijadwalkan berlangsung tahun depan,” ujar Direktur Puspek Unair Novri Susanto di Surabaya, Rabu (4/7/2018).

BACA JUGA : JK DIYAKINI TETAP AKAN DUKUNG JOKOWI

“Seluruh responden yang kami survei menyatakan menginginkan kepemimpinan dalam Pemilihan Presiden 2019 yang mewakili masyarakat Islam,” ungkap Novri.

Dia menjelaskan, survei tersebut berlangsung selama 6 – 22 Juni terhadap 1.200 responden muslim di 29 provinsi se-Indonesia, “margin error” dari survei ini sebesar 2,8 persen.

Selain itu, kata Novri, survei itu juga melakukan simulasi pemilihan pasangan calon presiden dan wakilnya. Dalam simulasi itu, Jokowi unggul di 47,1 persen jika kembali dipasangkan dengan Jusuf Kalla, serta unggul 41,1 persen jika dipasangkan dengan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Selain itu, Prabowo Subianto mendapat perolehan 33,6 persen apabila dipasangkan dengan Anies Baswedan, sementara jika dipasangkan dengan Zulkifli Hasan, Prabowo memperoleh 26,3 persen.

Sementara jika Gatot Nurmantyo dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono maka akan memperoleh 4,0 persen, sedangkan jika Gatot dipasangkan dengan Anies Baswedan memperoleh 6,4 persen.

Sumber: