Search

Pelarian Rizieq ke Arab Saudi dan Misteri Akun Anonymous

Pelarian Rizieq ke Arab Saudi dan Misteri Akun Anonymous

 

BabeBola.net, Jakarta,— Rizieq Shihab bukan pencari suaka. Juga bukan Tenaga Kerja Indonesia. Dia adalah pentolan Front Pembela Islam (FPI) yang mengklaim dirinya melawan ketidakadilan dari Arab Saudi.

Hampir sebulan lebih sudah tersangka dugaan percakapan pornografi itu di negara tersebut. Rizieq berada di negara kaya minyak itu sejak 28 April lalu untuk ibadah bersama istrinya, Syarifah Fadlun Yahya.

Rizieq ke negara itu setelah dua hari sebelumnya polisi memanggil ia untuk diperiksa sebagai saksi dugaan percakapan pornografi bersama Firza Husein.

Pula, sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Mei lalu, polisi menyampaikan rencana pelbagai cara untuk menyeret Rizieq, baik melalui blue notice, police to police hingga red notice.

Untuk model police to police, Kepolisian RI sudah punya kesepakatan tersendiri dengan Arab Saudi. Namun, model kerja sama hanya bersifat transional yakni untuk kejahatan narkoba, terorisme dan perdagangan orang.

‘Pelarian’ Rizieq ke Arab Saudi diakui kuasa hukummya Sugito Atmo Pawiro sebagai bentuk perlawanan atas ketidakadilan. Sugito mengatakan kliennya itu tak gentar meski diancam dengan red notice sekalipun.

“Rizieq tak bersalah, ia dikriminalisasi,” kata Sugito kepada CNNIndonesia.com dalam percakapan telepon di Jakarta, Jumat (9/6).

ugito mengatakan dugaan pornografi hanya sebuah beban yang dilimpahkan kepada kliennya karena kekalahan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Tudingan politis ini, kata Sugito bukan tanpa dasar. Polisi menjerat kliennya sebagai tersangka tanpa bukti yang kuat. Lagipula, kata Sugito, hingga kini polisi tidak mengungkap siapa sebenarnya penyebar blog baladacintarizieq tersebut.

“Ini kan politik yang seolah-olah menjadi peristiwa hukum, ” kata Sugito dalam percakapan telepon dengan CNNIndonesia.com di Jakarta, Jumat (9/10).

Dugaan Peran Anonymous

Belakangan, Polda Metro Jaya menyatakan hacker Anonymous, Amerika Serikat sebagai penyebar blog baladacintarizieq.

Anonymous adalah kelompok peretas yang terbentuk sejak tahun 2003. Para anggotanya kerap menutupi wajah asli mereka mengenakan topeng Guy Fawkes atau V for Vendetta. Semua bisa menjadi Anonymous, karena organisasi ini tak memiliki pemimpin dan tidak memiliki struktur organisasi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap Anonymous.

Ia menyebut, Anonymous sering berpindah-pindah tempat, butuh waktu dan adanya kerja sama dengan kepolisian Amerika Serikat untuk mengungkap penyebar.

“Namanya dunia maya itu tidak ada sekat dan ruang. Kita masuk ke negara orang pun tidak leluasa. Punya aturan masing-masing,” kata Argo di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (9/6).

Penyebutan Anonymous itu justru membuat Sugito berang. Ia mengatakan polisi hanya mencari alasan untuk mengulur-ulur waktu mencari penyebar blog baladacintarizieq yang sesungguhnya.

Anonymous turut campur urusan di Indonesia?

Pengamat politik Universitas Padjajaran, Idil akbar mengatakan polisi seharusnya tidak perlu melempar ke publik tentang Anonymous. Menurut Idil, penyebutan Anonymous justru membuat masyarakat curiga jika kasus yang menyeret Rizieq adalah politis dan bukan murni hukum.

“Kalau semakin lama mengulur-ulur siapa sebenarnya penyebar konten, masyarakat bisa duga ini ada konteks politik. Balas dendam di Pilkada karena ada yang mendapatkan tekanan tapi kemudian kalah,” kata Idil kepada CNNIndonesia.com kemarin.

Ahli digital forensik Institut Teknologi Bandung, Agung Harsoyo mengatakan hacker Anonymous pada dasarnya hanya menyasar situs-situs yang punya dampak luas.

Dia menjelaskan, untuk akun pribadi, Anonymous pasti punya tujuan tertentu dan orang yang dituju adalah figur yang berada di lingkungan pemerintah.

“Biasanya akun yang punya dampak tertentu seperti pemerintah. Saya juga enggak ngerti kalau dia nyerang ke pribadi (Rizieq) ,” kata Agung.

 

Penelusuran Kepolisian

Penelusuran CNNIndonesia.com, situs pribadi pernah diretas Anonymous adalah akun pribadi Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe tahun 2015. Peretasan dilakukan sebagai peringatan kepada Jepang untuk perburuan ikan Paus.

Agung mengatakan , polisi tentu punya bukti ketika menyebut Anonymous sebagai penyebar blog baladacintarizieq. Artinya, kata Agung polisi sudah melakukan penyelidikan tanpa perlu pengakuan Anonymous seperti kasus yang menimpa Abe dan Telkomsel.

“Intinya kalau polisi sudah mengarah ke situ, artinya polisi sudah melakukan tracking,” tuturnya.

Lalu bagaimana bisa mengungkap pelaku yang anonim itu?

Agung, seperti kata Argo harus ekstra keras. Dia menyebut, hacker sekelas Anonymous bisanya menggunakan akun orang lain dan tidak secara langsung menggunakan alamat situsnya.

“Kalau menargetkan akun tertentu dia tidak direct (langsung) . Dia gunakan akun orang. Cukup rumit kalau lacak. Anonymous saya yakin tidak langsung pasti pakai akun orang,” ucapnya.

Agung menambahkan, untuk mengetahui ada tidaknya sebuah konten yang dicurigai, paling tidak hal yang dilakukan adalah pemeriksaan kepada ponsel pengirim, jaringan dan si penerima.

“Prosedur pemeriksaan dimulai dari pengirim, jaringan dan penerima harus koheren,” katanya.

 

 

 

 

Sumber : CNN Indonesia

 

Written by 

Related posts

Leave a Comment